PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 22/08/16 – Harga minyak menguat dalam sesi ketujuh beruntun pada hari Jumat, tetap di wilayah pasar positif, dengan investor mendorong harga minyak di tengah spekulasi produsen minyak utama, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, kembali mempertimbangkan pembekuan produksi kolektif dalam upaya mendorong pasar.

Minyak mentah hapus keuntungan setelah laporan menunjukkan jumlah pengeboran minyak AS naik dalam minggu kedelapan berturut-turut, garisbawahi kekhawatiran atas kelebihan pasokan global.

Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober menyentuh puncak intraday $51,22 per barel, tertinggi sejak 22 Juni, sebelum memberikan kembali beberapa keuntungan untuk menetap di $50,88 pada penutupan perdagangan, turun satu sen pada hari itu.

Untuk minggu lalu, Brent berjangka London diperdagangkan melonjak $3,91, atau 8,32%, menandai keuntungan mingguan terbaik sejak awal April.

Di tempat lain, di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman September berakhir pada $48,52 per barel, naik 30 sen, atau 0,62%. Menyentuh sesi tertinggi $48,75 Jumat sebelumnya, tingkat yang tidak terlihat sejak 5 Juli.

Minyak berjangka New York diperdagangkan reli $4,03, atau 9,06%, pada minggu ini, kenaikan mingguan terbesar dalam lima bulan.

Minyak mentah berjangka saat ini telah melonjak hampir $10 per barel, atau hampir 25% dari terendah 2 Agustus, secara resmi berada di area pasar positif, setelah prospek pembekuan produksi oleh produsen utama memicu reli besar.

Pasar mulai pulih sedikit lebih dari dua minggu lalu, ketika Menteri Energi Arab Saudi mengatakan negaranya akan bekerja sama dengan produsen minyak lain untuk menstabilkan harga pada pertemuan informal OPEC di Aljazair bulan depan.

Reli mendapat dukungan tambahan setelah Rusia menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut, beberapa mengatakan dapat menyebabkan perjanjian untuk membekukan tingkat produksi.

Namun, analis pasar tetap skeptis bahwa pertemuan itu akan menghasilkan tindakan konkret.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan persaingan politik dalam menggabungkan konsensus.

Meskipun alami kenaikan baru-baru ini, indikasi pemulihan yang berkelanjutan dalam kegiatan pengeboran AS dikombinasikan dengan peningkatan stok produk bahan bakar di seluruh dunia diharapkan dapat menjaga harga di bawah tekanan dalam jangka pendek.

Menurut penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah pengeboran sumur minyak AS di pekan lalu meningkat 10 menjadi 406, kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut dan peningkatan 11 kalinya dalam 12 minggu.

Beberapa analis telah memperingatkan bahwa reli harga saat ini bisa merugikan diri sendiri, karena mendorong produsen shale AS untuk mengebor lebih, menggarisbawahi kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global.

Dalam seminggu ke depan, pedagang minyak akan fokus pada data persediaan AS di hari Selasa dan Rabu untuk mengetahui sinyal permintaan dan penawaran baru.

Pelaku pasar juga akan terus memantau gangguan pasokan di seluruh dunia untuk indikasi lebih lanjut dari keseimbangan pasar.

Menjelang minggu depan dimulai, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikan lainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Selasa, 23 Agustus

Kelompok industri American Petroleum Institute akan mempublikasikan laporan mingguan persediaan minyak AS.

Rabu, 24 Agustus

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan minyak dan stok bensin.

Jumat, 26 Agustus

Baker Hughes akan merilis data mingguan jumlah pengeboran minyak AS.