KPF BALI 26/05/16 – Minyak diperdagangkan mendekati $ 50 per barel karena stok minyak mentah AS turun melebihi perkiraan, memangkas kelimpahan pasokan di pasar.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 3,8 persen pada tiga sesi sebelumnya. Cadangan minyak AS turun 4,23 juta barel pada pekan lalu, menurut laporan dari EIA. Mereka memproyeksikan untuk penurunan sebesar 2 juta. Persiapan akhir pertemuan dari pejabat OPEC sebelum pertemuan tingkat menteri pekan depan tidak mencakup diskusi tentang pembatasan produksi, mengisyaratkan kelompok tersebut akan tetap dengan strategi mempertahankan pangsa pasar.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli berada di $ 49,62 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 6 sen, pada pukul 08:41 pagi waktu Hong Kong. Kontrak tersebut naik 94 sen menjadi $ 49,56 pada hari Rabu. Total volume perdagangan sekitar 65 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 5 sen menjadi $ 49,79 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak naik $ 1,13, atau 2,3 ??persen, ke $ 49,74 pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global lebih besar 17 sen dari WTI.

Produksi minyak mentah AS turun untuk minggu ke-11 menjadi 8,77 juta barel per hari, level terendah sejak September 2014, menurut laporan EIA pada hari Rabu. Stok di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI dan hub penyimpanan minyak terbesar di AS, turun 649.000 barel, penurunan pertama dalam lima minggu.(frk)

Sumber: Bloomberg