PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 27/06/16 – Minyak memperpanjang kerugian di bawah $ 47 per barel setelah hasil referendum Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa memicu perpindahan global dari aset berisiko.

Minyak berjangka kehilangan sebanyak 1,5 persen di New York setelah merosot 4,9 persen pada hari Jumat, penurunan terbesar dalam empat bulan terakhir. Gejolak di pasar keuangan berlanjut pada hari Senin dengan mata uang pound memperpanjang aksi jual, sementara permintaan untuk aset haven termasuk emas membantu mendorong logam mulia lebih tinggi. Harga minyak mungkin akan terjun lebih lanjut jika guncangan dari pemilihan suara Inggris untuk keluar dari Uni Eropa dikombinasikan dengan dorongan dalam produksi, kata Menteri Energi Rusia Alexander Novak.

Minyak membukukan penurunan mingguan kedua pada hari Jumat karena harga turun dengan logam industri dan ekuitas Eropa setelah Inggris keluar dari Uni Eropa sesudah lebih dari empat dekade keanggotaannya. Minyak mentah di New York masih menguat sekitar 80 persen lebih tinggi dari terendah 12-tahun pada bulan Februari karena gangguan pasokan dari Nigeria hingga Kanada dan penurunan produksi minyak AS memangkas surplus global.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun sebanyak 72 sen menjadi $ 46,92 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 47,11 pada pukul 08:02 pagi waktu Hong Kong. Kontrak WTI turun $ 2,47 ke $ 47,64 pada hari Jumat. Total volume yang diperdagangkan adalah 3 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun sebanyak 63 sen, atau 1,3 persen, ke $ 47,78 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent turun $ 2,50, atau 4,9 persen, ke $ 48,41 pada hari Jumat. Sementara minyak mentah acuan global diperdagangkan lebbih besar 86 sen dari WTI.(Tra)

Sumber: Bloomberg kontak perkasa futures bali