PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 12/07/16 – Minyak mentah jatuh ke level terendah dalam dua bulan seiring penguatan dolar mengurangi selera investor dan meningkatnya jumlah anjungan minyak mengisyaratkan penurunan output mungkin akan berlangsung lambat.

Futures turun 1,4 persen di New York. Anjungan menargetkan minyak di AS naik 10 menjadi 351 pekan lalu, Baker Hughes Inc mengatakan di situsnya pada tanggal 8. Harga minyak berayun di antara keuntungan dan kerugian Senin sebelumnya menyusul reli pada ekuitas global dan penguatan dolar memberi pedagang minyak mentah sinyal yang saling bertentangan. Penguatan greenback mengurangi daya tarik komoditas dalam mata uang dolar.

Minyak merosot dari level sekitar $ 50 per barel ke level US $ 45 bulan lalu seiring reli yang didorong oleh gangguan pasokan di Nigeria dan Kanada serta penurunan produksi AS kehilangan momentum. Harga tetap naik sekitar 70 persen dari level terendah 12-tahun pada bulan Februari, pemulihan yang terjadi mendorong produsen Amerika untuk memulai kembali kegiatan operasional pengeboran yang sebelumnya idle. Pemerintah AS dijadwalkan akan merilis data produksi dan stok pada hari Rabu.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus turun 65 sen untuk menetap di level $ 44,76 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu merupakan level penutupan terendah sejak 10 Mei, total volume yang diperdagangkan yakni 5 persen di atas 100-hari rata-rata pada pukul 02:50 waktu New York. (Tra)

Sumber: Bloomberg – PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI