KPF BALI 14/06/16 – Minyak berjangka menetap di level terendah dalam seminggu pada hari Senin, seiring peningkatan jumlah rig pengeboran minyak aktif AS mungkin menunjukkan sebuah kenaikan dalam produksi.

Data ekonomi baru-baru ini yang lemah dan jelang referendum Brexit serta pertemuan Federal Reserve pada kebijakan moneter juga mengangkat kekhawatiran tentang perlambatan potensi permintaan minyak mentah, namun penurunan dolar AS terus menurunkan harga minyak berdenominasi dolar pada titik minimal.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah West Texas Intermediate Juli turun tipis sebesar 19 sen, atau 0,4%, untuk menetap di level $ 48,88 per barel- yang merupakan penetapan terendah sejak 3 Juni.

Brent Agustus turun 19 sen, atau 0,4%, ke level $ 50,35 per barel di bursa ICE Futures London, setelah sempat jatuh di bawah US $ 50 per barel untuk pertama kalinya dalam seminggu. (Tra)

Sumber: MarketWatch