KPF BALI 03/05/16 – Minyak diperdagangkan mendekati level $ 45 per barrel sebelum laporan data mingguan pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan meningkatnya stok terus menambah pasokan minyak mentah di level tertinggi dalam lebih dari delapan dekade terakhir.

Kontrak sedikit berubah di New York setelah turun 2,7 % pada dua sesi sebelumnya. Persediaan minyak naik menjadi 500.000 barel pada pekan lalu, menurut estimasi rata-rata yang disurvei oleh Bloomberg sebelum laporan dari Energy Information Administration pada hari Rabu. Iran Dana Energy Co sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan di Eropa dan Asia untuk menciptakan kemitraan untuk menawarkan hak minyak dan pengembangan gas di dalam negeri, kata Ketua Mohammad Iravani.

Harga minyak telah kembali pulih setelah merosot ke level terendah pada awal tahun ini sejak 2003 silam di tengah tanda-tanda melimpahnya pasokan global karena penurunan output AS. Produksi minyak dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak meningkat pada bulan lalu, didukung oleh kenaikan dari Irak dan Iran, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni berada di level $ 44,98 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 20 sen, pada pukul 10:03 pagi waktu Hong Kong. Kontrak merosot $ 1.14 ke level $ 44,78 pada hari Senin. Total volume perdagangan sekitar 62 % di bawah 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Juli berada 20 sen lebih tinggi pada level $ 46,03 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak melemah $ 1,54 ke level $ 45,83 pada hari Senin. Minyak acuan global pada premi 36 sen dibandingkan minyak mentah WTI untuk bulan Juli. (knc)

Sumber : Bloomberg