PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 28/06/16 – Minyak catatkan penurunan dua hari terbesar sejak Februari terkait minyak berjangka tetap stabil pasca Inggris pekan lalu yang memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Minyak berjangka jatuh 2,8 persen di New York, memperpanjang penurunan sebesar 4,9 persen Jumat, penurunan terbesar dalam empat bulan. Gejolak di pasar keuangan berlanjut dimana pound memperpanjang rekor aksi jualnya sementara permintaan untuk aset haven mendorong naik emas dan dolar. Minyak mentah mungkin akan jatuh jika gejolak pemungutan suara Inggris terjadi terkait peningkatan produksi, kata Menteri Energi Rusia Alexander Novak.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus turun $ 1,31 untuk berakhir di $ 46,33 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan terendah sejak 16 Juni dan mencatatkan penurunan dua hari sebesar 7,5 persen. Total volume yang diperdagangkan adalah 20 persen di bawah rata-rata 100-nya pada 02:51 siang.

Brent untuk pengiriman Agustus turun $ 1.25, atau 2,6 persen, ke $ 47,16 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak ditutup pada level terendahnya sejak 10 Mei. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi dengan premi sebesar 83 sen untuk WTI.(Tra)

Sumber: Bloomberg