Emas masih tertahan di bawah $1300 di tengah minimnya katalis dan meredanya isu geopolitik di Ukraina menyusul hasil pemilu Presiden.
Penguatan dollar turut berperan atas stagnannya emas. Greenback berhasil melanjutkan penguatan berkat data perumahan yang solid. Penjualan rumah baru tumbuh 6,4% selama April menjadi 433.000 unit, tertinggi dalam 3,5 tahun. Hal ini dianggap sebagai pertanda sektor perumahan tidak seburuk yang ditakutkan.
Perkembangan politik Ukraina akhir pekan juga menjadi perhatian, dimana  miliuner Petro Poroshenko memenangkan pemilu presiden dengan suara di bawah 56%. Poroshenko berjanji mengembalikan keamanan menyusul konflik dengan separatis pro-Rusia. Meski terpilihnya pemimpin  pro Barat itu belum berarti akhir dari gejolak, tak adanya eskalasi mengurangi faktor premium untuk emas.
Ditutupnya pasar London dan New York menjadikan pergerakan harga hari ini bertambah stagnan. Cadangan emas di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar dunia, tidak berubah pada 23 Mei setelah turun ke 776,89 ton dua hari sebelumnya, terendah sejak Desember 2008. Di China, volume kontrak spot turun ke 9.907 kg akhir pekan lalu, terendah sejak 30 April.
Sementara dari sisi teknikal, belum terlihat adanya perubahan trend secara siginifikan. Harga masih bergerak di bawah MA 10 serta resistance $1300, indikasi trend jangka pendek masih bearish. Trend bearish jangka pendek akan berakhir jika harga mampu ditutup di atas $1300, dengan potensi kenaikan lanjutan menuju kisaran $1308 – $1312.