KPF BALI 10/06/14 -Indikator Bollinger Bands (BB) sering digunakan bersamaan dengan analisa formasi candlestick. Dalam kenyataannya kombinasi keduanya akan memberikan sinyal trading yang cukup valid. BB yang diciptakan oleh John Bollinger pada tahun 1980 ini adalah salah satu indikator untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend. Karena sederhana dan cukup efektif, BB sangat populer digunakan terutama untuk trading forex dan saham.

Selain itu BB bisa juga digunakan untuk menentukan keadaan overbought dan oversold (jenuh beli dan jenuh jual). Dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara kedua band-nya, yaitu upper band (band sebelah atas) dan lower band (band sebelah bawah). Parameter default yang direkomendasikan adalah periode 20 dan deviasi 2. Berikut contoh tampilan indikator BB:

Seperti tampak pada gambar diatas, BB terdiri dari 3 kurva yaitu upper band, middle band dan lower band. Middle band adalah simple moving average (sma), sedang upper dan lower band adalah hasil penambahan dan pengurangan nilai sma dengan standard deviasi. Penggunaan praktis BB dalam trading forex dan saham adalah untuk melihat adanya penerusan trend (trend trading) dan pembalikan arah trend (reversal trading).

1. Trend trading
Ketika kondisi pasar sedang slow, atau pergerakan harga sedang ‘choppy’, maka volatilitas sangat rendah dan jarak upper band dan lower band akan menyempit, dan biasanya trader menunggu saat entry yang tepat ketika harga telah mulai menembus salah satu band (breakout).

Pada contoh diatas, tanda panah menunjukkan kondisi sideways atau volatilitas rendah. Perlu Anda ketahui bahwa ketika upper dan lower band menyempit dan datar, maka cepat atau lambat pasti akan terjadi breakout. Anda bisa memperkirakan arah breakout dari sinyal yang telah ditunjukkan oleh formasi candlestick dari pergerakan harga.

Candle 1 adalah pin bar berekor panjang yang mengisyaratkan akan terjadinya keadaan bullish. Ekor panjang tentu lebih sifnifikan dari pin bar biasa. Dalam hal ini makin panjang ‘ekor’, makin kuat pasar mendorong ke harga yang lebih tinggi. Anda bisa entry buy pada candle berikutnya, tetapi jika memang kurang yakin Anda bisa menunggu hingga pasar memberikan sinyal berikutnya.

Dalam hal ini indikator BB bisa membantu kapan Anda mesti entry. Candle 2 adalah juga pin bar berekor panjang, tetapi kedua band indikator BB sedang menyempit (kondisi sideways). Disini Anda bisa menunggu hingga terjadi breakout, yaitu ketika candle 3 telah menembus upper band dan kedua band indikator BB kembali melebar. Setelah candle breakout ditutup diluar upper band, Anda bisa entry buy pada candle setelahnya.