KPF BALI 10/11/14 -Harga emas LLG pada penutupan perdagangan pekan lalu, 3-7 November 2014, terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Penguatan harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh dorongan sentimen positif kuat data sektor tenaga kerja AS yang memicu penguatan tajam di akhir pekan.

Pergerakan harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu terpantau cukup berfluktuasi dengan dominasi pada trend penguatan. Dari total 5 hari perdagangan pekan lalu, harga emas LLG 3 kali mengalami penguatan dan sisanya melemah. Adapun dari pergerakan tersebut, emas sempat meraih tingkat harga tertinggi di level $1177,35 dan terendah pada $1131,35. Secara fundamental pergerakan harga emas pada pekan lalu sangat fokus terhadap rilis data pekerja AS dan pergerakan nilai Dollar AS.

Pada perdagangan awal pekan, dorongan data fundamental terhadap emas yang relatif masih sepi memicu harga emas fokus terhadap pergerakan nilai Dollar AS untuk keputusan beli dan jual. Tekanan kuat dari nilai Dollar AS yang sedang berada dalam trend positif sempat menekan harga emas di perdagangan hari pertama pekan lalu. Namun, nilai Dollar AS yang akhirnya jatuh pada Selasa pekan lalu seiring penguatan EURO justru menjadi pemicu penguatan terhadap emas.

Memasuki perdagangan hari ke-3 pekan lalu, dorongan data fundamental mulai memberikan pengaruh kuat diluar pergerakan nilai Dollar AS. Rilis data ADP employment change AS yang positif memicu harga emas tergerus signifikan pada hari ke-3 perdagangan pekan lalu. Laporan data yang menunjukan perbaikan dari level 225.000 ke 230.000 tersebut, membuat perekonomian AS terindikasi membaik dan meningkatkan kekhawatiran akan pemercepatan peningkatan suku bunga AS. Dampak dari hal tersebut, harga emas pun merosot tajam.

Namun, dampak dari pergerakan melemah tajam di perdagangan hari ke-3 tersebut justru menjadi determinan yang membuat harga emas kembali menguat pada Kamis pekan lalu. Indikator teknikal yang langsung menembus fase jenuh melemah pasca anjloknya harga emas pasca rilis data ADP employment change, memberi indikasi oversold sehingga memicu aksi beli yang cukup kuat. Harga emas pun kembali bergerak menguat pada perdagangan hari ke-4 pekan lalu.

Disaat harga emas telah diekspektasikan akan mengalami pelemahan sepekan seiring penurunan tajam di hari ke-3 pekan lalu, harga emas justru bangkit dan menutup loss di perdagangan akhir pekan lalu. Memanfaatkan data non farm payroll AS yang jatuh, harga emas pun melejit signifikan di akhir pekan. Rilis data non farm payroll AS yang menunjukan penurunan dari 265.000 ke 214.000 dan melebihi ekspektasi di 231.000 memberi indikasi kuat bahwa sektor tenaga kerja AS belum pulih total. Dampak dari hal tersebut, selain terdorong data ekonomi yang buruk, harga emas juga terangkat oleh Dollar AS yang menyambut negatif data tersebut.

Pada penutupan perdagangan emas LLG pekan lalu, harga emas LLG terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas LLG pada pekan lalu ditutup naik 0,29% ke tingkat harga $1175,35/t oz atau menguat $3,45/t oz.

Sementara pada penutupan perdagangan emas berjangka di bursa Comex, harga emas justru masih harus ditutup melemah meskipun mengalami penguatan tajam di akhir pekan. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 ditutup turun 0,15% ke tingkat harga $1169,8/t oz atau melemah $1,8/t oz.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga emas akan cenderung melemah pada perdagangan pekan ini berdasarkan ekspektasi rilis beberapa data penting dalam sepekan. Adapun pada pekan ini, pergerakan harga emas akan fokus pada data JOLTS job opening AS, GDP kawasan Eropa, dan juga retail sales AS. Terkait pergerakan harga, harga emas diprediksi akan bergerak di kisaran support $1.145 dan $1.115 serta resistance pada $1.191 dan $1.210.