KONTAK PERKASA FUTURES - Berdasarkan survey berbagai lembaga bisnis dan manajemen internasional, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat penerapan manajemen resiko terendah di dunia. Hal ini terkait masih banyaknya anggapan bahwa manajemen resiko adalah tindakan yang beresiko dan cenderung hanya menghabiskan modal yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis. Padahal, risk management yang dilakukan secara konsisten bisa melindungi perusahaan dari efek buruk akibat berbagai kejadian seperti persaingan, situasi ekonomi dan politik yang memanas, bahkan bencana.

Saat ini, sertifikasi manajemen resiko bertaraf internasional memang relatif sulit dan mahal untuk diperoleh, karena sertifikasi untuk Indonesia dikeluarkan oleh sebuah institusi manajemen resiko di Australia. Akan tetapi, bagi perusahaan yang tidak memiliki dana untuk mengurus sertifikasi manajemen resiko taraf internasioanl, mereka bisa memilih bekerjasama dengan lembaga pemerintah.

BPKP alias Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan merupakan lembaga audit pemerintah yang telah dipercaya melakukan audit dan mendukung pelaksanaan sistem pengelolaan resiko di berbagai perusahaan besar Indonesia seperti PT Kimia Farma, Pupuk Kaltim, Pertamina, Pos Indonesia dan masih banyak lagi. Dengan program lengkap serta didukung pemerintah, BPKP bisa dijadikan sumber pelaksanaan program pengelolaan faktor resiko.

 

Program Manajemen Resiko yang Diberikan

Tujuan program manajemen dan pengelolaan resiko yang diberikan BPKP meliputi berbagai aspek dalam kinerja sebuah perusahaan, sehingga langkah-langkah dalam programnya pun dirancang selengkap mungkin sehingga bisa menjadi solusi yang cukup lengkap bagi setiap perusahaan di Indonesia dalam melakukan pengelolaan resiko. Program-program yang dilakukan adalah:

  • Observasi lingkungan internal perusahaan untuk mengetahui gambaran umum tentang aspek operasional perusahaan dan sistem yang diaplikasikan.
  • Merumuskan tujuan utama dari manajemen resiko yang diaplikasikan sehingga metode yang dipilih bisa lebih tepat guna.
  • Melakukan identifikasi berbagai resiko dan peristiwa yang bisa menimpa perusahaan, termasuk studi tentang permasalahan yang pernah atau sering menimpa perusahaan.
  • Melakukan penafsiran serta perumusan respon yang paling tepat terhadap resiko yang mungkin muncul, berdasarkan analisis dan studi yang telah dilakukan sebelumnya.
  • Merumuskan dan menjalankan aktifitas pelaksanaan serta pengendalian resiko serta efek lanjutan ketika metode pengelolaan resiko mulai dilakukan.
  • Memberikan aspek informasi dan komunikasi yang akan menjadi sumber panduan dalam hal penerapan manajemen resiko di tubuh perusahaan.
  • Melakukan evaluasi, pengawasan dan analissi terhadap hasil manajemen resiko yang diterapkan.

Selain menerapkan program tersebut, BPKP juga menyediakan fasilitas lain seperti sosialisasi dan pelatihan dalam hal pengelolaan resiko bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Perusahaan juga bisa membuat sendiri pedoman pengelolaan resiko khusus bagi perusahaan mereka, dengan dibantu oleh BPKP agar hasilnya lebih akurat, terperinci dan bisa diaplikasikan dalam jangka waktu lama.

 

Manfaat Program BPKP

Bagi perusahaan yang menginginkan kemajuan serta kinerja prima, jasa BPKP dalam mendampingi manajemen resiko serta memberikan audit sangat besar.  Manfaat utamanya adalah perusahaan bisa terus berada dalam kondisi prima dan siap menghadapi persaingan maupun tantangan, serta mempertahankan kualitas dan kredibilitasnya. Selain itu, perusahaan yang memiliki sistem pengelolaan resiko yang baik juga mampu mendapat kepercayaan besar dari masyarakat sebagai konsumen maupun pemegang saham. Pelaksanaan strategi pun akan lebih baik dan tepat sasaran.

Melakukan program manajemen resiko secara teratur dan menyeluruh adalah keharusan bagi semua perusahan, dan lembaga pemerintah seperti BPKP menyediakan sarana dan pendampingan untuk melakukannya, sehingga pengusaha hanya tinggal mengajukan permohonan untuk bekerjasama.