KPF BALI 04/06/2014 -Setelah mencatat kenaikan lumayan kemarin, IHSG akan mencoba mempertahan gain yang diraihnya dalam perdagangan hari ini. Namun minimnya katalis baru dapat menggoda pemain pasar untuk profit taking dulu.
Kondisi global yang kurang mendukung dan data perdagangan RI yang mengecewakan beberapa hari yang lalu sepertinya dapat mengurangi minat beli. Hal ini sudah ditunjukkan lewat transaksi asing yang mencatat penjualan bersih kemarin.
Penguatan yang terjadi kemarin lebih didorong oleh faktor  eksternal. Kini, saham regional bergerak variatif setelah hasil Wall Street yang kurang meyakinkan. Meski masih dekat rekor, saham AS sedang kehilangan daya laju. Di dalam negeri, rupiah terus melemah setelah data yang menunjukkan defisit perdagangan membengkak.
Selain itu, juga belum ada perkembangan baru dari dunia politik. Meski demikian, indeks mungkin masih terhindar dari koreksi signifikan. Pelaku pasar sepertinya masih bersikap wait-and-see dulu. Alhasil, IHSG kemungkinan konsolidasi dengan kecenderungan melemah tipis. Rentang pergerakan hari ini adalah 4913-4975, dengan rekomendasi Sell on strength pada saham perbankan.

Global Outlook
Saham Asia bergerak variatif hari ini setelah performa Wall Street yang kurang meyakinkan. Saham global sedang tersendat setelah dalam beberapa hari terakhir reli.  Fokus selanjutnya adalah laporan ketenagakerjaan swasta AS.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,1% ke 142,99 di Tokyo pagi ini, setelah menyentuh level tertinggi dalam enam bulan. Indeks Nikkei naik 0,2% melanjutkan penguatan ke level tertinggi dalam dua bulan di tengah pelemahan yen ke 102,50 per dollar. Bursa Korsel ditutup karena voting soal kinerja pemerintah. Indeks Australia ASX 200  menguat 0,1% jelang data PDB. Di Singapura, indeks STI flat. Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,18%.
Wall Street terkoreksi tipis semalam, tapi masih dekat rekor tertinggi. Data ekonomi AS menunjukkan factory orders naik 0,7% di April, lebih besar dari prediksi 0,5%. Pada dasarnya, saham AS sudah mencapai valuasi yang tinggi, tercermin dari dua indeks utamanya, S&P 500 dan Dow Jones yang beberapa kali mencetak rekor. Seiring pemulihan ekonomi AS, prospek saham tetap cerah, tapi valuasi yang tinggi menghambat lajunya.
Kondisi saham regional juga sudah pada level yang tinggi, seperti indeks Nikkei yang berada di 15.000 dan indeks Hang Seng di 23.000. Meski tren masih positif, pergerakan mulai mentok. Alhasil diperlukan katalis baru untuk menjaga momentum ini. Pasar akan menggunakan data ketenagakerjaan AS untuk mengukur kondisi pemulihan ekonomi. Sebagai gambaran awal, ada data ADP Employment Change nanti malam, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja swasta tumbuh 210.000 bulan lalu.

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat berkat sentimen positif dari bursa global. Pada penutupan perdagangan, Selasa (03/06/2014) IHSG naik. 30,066 poin (0,61%) ke level 4.942,157.
Sentimen positif IHSG kembali didapat dari bursa Asia setelah merespon positif kenaikan Wall Street di hari sebelumnya. Aksi risk appetite berlanjut menyusul data manufaktur China dan AS yang memuaskan. PMI manufaktur China naik ke 50,8 di Mei dari 50,4 di April, seperti dilaporkan pemerintah Sabtu. Sementara di AS, indeks manufaktur versi ISM naik ke naik ke 55,4 di Mei dari 54,9 di April. Sedangkan indeks PMI manufaktur AS dari Markit Economics untuk Mei direvisi naik menjadi 56,4 dari 56,2.
Penguatan indeks dipimpin oleh sektor perdagangan, yang naik sebesar 1,18%. Lalu diikuti oleh sektor konsumer yang menguat 0,73%.
Saham-saham yang naik di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM), Link Net (LINK), Inti Bangun (IBST), dan Matahari (LPPF).
Sementara saham-saham yang turun cukup antara lain Multi Bintang (MLBI), Fastfood (FAST), Bayan (BYAN), dan SMART (SMAR).

Ulasan Teknikal
IHSG
IHSG 4 juni
Candlestick menunjukkan sinyal posiif, namun IHSG masih tertahan di kisaran di resistance 4.957 – 4.977. Indikator stochastic juga masih terlihat dead cross, artinya potensi penurunan masih terbuka selana IHSG gagal menembus resistance tersebut, dengan kisaran support berada di kisaran 4.975 – 4.896. Penembusan support tersebut akan membuka potensi koreksi lanjutan menuju kisaran 4.800. Sedangkan penembusan resistance akan mengkonfirmas kenaikan menuju kisaran 5.010 – 5.030. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.900 – 4.977.

R3    5,002
R2    4,972
R1    4,957

Pivot    4,927

S1    4,912
S2    4,882
S3    4,867

Stock Pick
BBRI
BBNI 4 juni
Candlestick bullish, harga juga mulai bergerak di atas MA 10. indikasi trend jangka pendek bullish. Harga sepertinya akan menguji resistance 4.980. Jika ditembus, akan mengkonfirmasi bullish continuaton, dengan target potensi kenaikan berikutnya berada di kisaran 5.500 (taregt wedge).
Rekomendasi     : Buy@4.860, stop loss 4.800, target 4.980. Buy breakout 4.980, stop loss 4.950, target 5.200.
Support                  : 4.860, 4.810
Resistance            : 4.980, 5.100

INDF
INDF 4 juni
Harga sudah bergerak diatas MA 10, indikasi trend jangka pendek mulai bullish. Indikator stchastic golden cross, mendukung kenaikan lanjutan. Namun, saat ini harga masih tertahan di resistance 6.950. Jika ditembus, akan mengkofirmasi kenaikan menuju resistance 7.125, yang juga merupakan area MA 55.
Rekomendasi     : Buy breakout 6.950, stop loss 6.825, target 7.125
Support                  : 6.825, 6.700
Resistance            : 7.125, 7.250

Rekomendasi
Stock Screener
SS 4 juni