PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 13/12/2016 – Kuartal III-2016, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mampu membukukan laba bersih sebesar US$ 73 juta. Kinerja perusahaan tambang batubara ini lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu rugi senilai US$ 627,9 juta.

Namun, laba bersih BUMI bukan diperoleh dari peningkatan penjualan. Pasalnya, pendapatan BUMI pada periode tersebut justru anjlok dari US$ 33,49 juta jadi US$ 18,07 juta.

Dari laporan keuangan BUMI yang dirilis akhir pekan lalu, laba bersih BUMI berasal dari turunnya beban bunga keuangan dan adanya pendapatan lain-lain. Pos beban bunga dan keuangan turun dari US$ 405 juta menjadi US$ 283,3 juta.

Restrukturisasi BUMI yang berhasil dilakukan pada November lalu, turut dibukukan sebagai penghasilan lain-lain. Terdapat pembatalan denda bunga dan lain-lain sebesar US$ 350,84 juta yang dibukukan di laporan laba-rugi, sehingga mengerek laba bersih perseroan.

Sesuai dengan kesepakatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), BUMI memang merestrukturisasi sebagian besar utangnya. Restrukturisasi dilakukan dalam beberapa cara, seperti menukar utang dengan saham, menerbitkan obligasi konversi, mengganti utang dengan new senior secured facility, termasuk adanya penghapusan biaya wanprestasi dan denda.

Di kuartal III-2016, BUMI masih mencetak ekuitas negatif alias defisiensi modal sebesar US$ 3,3 miliar. Total liabilitas BUMI mencapai US$ 6,2 miliar. Sementara nilai asetnya US$ 3,35 miliar.

Sesuai kesepakatan PKPU, restrukturisasi utang BUMI akan dilakukan mulai kuartal I-2017. Sementara itu, BUMI tengah fokus mendorong kapabilitas produksi batubara miliknya yang mencapai 100 juta ton di tahun depan.

Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, menargetkan, produksi dan penjualan batubara bisa tumbuh 5%–7%. “Tahun ini, produksi batubara sekitar 85 juta ton,” ujar Dileep beberapa waktu lalu.

BUMI juga menargetkan harga rata-rata batubara naik 30% tahun depan. BUMI menganggarkan belanja modal sekitar US$ 50 juta-US$ 100 juta untuk 2017.