PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 09/11/2020 – Terpilihnya Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat ke-46 diproyeksikan bakal memberikan dampak positif ke bursa saham, terutama saham-saham di sektor-sektor seperti komoditas, tekstil, dan perbankan.

Anugerah Zamzami Nasr menilai, terpilihnya Biden akan memberikan dampak terhadap aliran modal asing ke negara-negara emerging market. “Hal tersebut juga didukung ekspektasi kenaikan pajak korporasi yang dapat menekan laba emiten di Wall Street,” kata Zamzami saat dihubungi CNBC Indonesia, Minggu (8/11/2020).

Selain itu, kata Zamzami, adanya ekspektasi perbaikan ekonomi yang sejauh ini masih terkontraksi akibat pandemi Covid-19 diharapkan bisa segera pulih.

“Ekspektasi perbaikan ekonomi dan peningkatan business cycle pada negara-negara emerging membuat asing mencari market yang masih lagging dan diharapkan akan mulai bertumbuh atau membaik potensi ekonominya,” paparnya lagi.

Saham-saham apa yang akan ikut berdampak positif bagi pasar?

Hans Kwee mencermati, stimulus fiskal AS yang besar, yakni senilai US$ 2,2 triliun akan menjadi sentimen positif meskipun Biden akan menghadapi tantangan di Senat yang mayoritas masih dikuasai Partai Republik.

Hal ini berpotensi menyulitkan Biden dan Demokrat meloloskan kebijakan stimulus fiskal dalam jumlah besar.

“Tertundanya kebijakan fiskal sangat mungkin mendorong Federal Reserve mengeluarkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif,” kata Hans Kwee, Minggu (8/11/2020).

Namun, Riset CNBC Indonesia mencatat, bila stimulus ini disepakati, akan berdampak positif bagi emiten emas, pasalnya, semakin besar stimulus artinya semakin banyak dolar AS yang beredar di perekonomian, sehingga secara teori greenback akan melemah. Dengan melemahnya dolar, salah satu komoditas yang akan diuntungkan tentunya adalah emas karena harga emas dihitung dengan acuan dolar AS.

Emiten logam mulia seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akan diuntungkan.

Selanjutnya sektor kedua yang diuntungkan lagi-lagi datang dari sektor komoditas, yakni batu bara dan minyak sawit. Sentimen positif muncul untuk sektor ini, sebab apabila Biden terpilih tentunya dengan sikap Biden yang cenderung lebih lunak terhadap China dan negara-negara lainnya tentu saja membuka peluang perang dagang bisa berpeluang reda, tentu saja ini merupakan hal positif bagi komoditas ini.

Saham-saham di sektor ini akan diuntungkan seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Selain, dengan mulai derasnya aliran modal asing ke Indonesia, salah satu sektor yang juga akan dilirik pelaku pasar adalah saham-saham di sektor perbankan.

Hal ini dikarenakan komposisi sektor finansial yang mendominasi kapitalisasi pasar IHSG sehingga lebih menarik untuk ditempatkan dananya oleh asing dan tentu saja potensi sektor finansial untuk mengelola dana yang masuk.

Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan berpotensi diuntungkan.

Perkembangan terbaru, ada kabar positif mengenai ekspor Indonesia ke AS berpotensi meningkat setelah adanya kepastian mengenai perpanjangan fasilitas preferensi tarif Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia oleh United States Trade Representative (USTR).

Saham-saham emiten tekstil yang berorientasi ekspor ke pasar AS seperti PT Pan Brothers Tbk (PBRX) dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) akan berpeluang berdampak positif. Smber : cnbcnews