PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 11/03/2020 – Nilai tukar dolar Singapura berbalik menguat melawan rupiah pada perdagangan Rabu (11/3/2020) setelah sempat melemah pagi tadi. Sentimen pelaku pasar yang kembali memburuk akibat penyebaran wabah virus corona yang melonjak di luar China.

Di awal perdagangan hari ini, dolar Singapura sempat melemah 0,4% ke Rp 10.261,57/SG$, tetapi berbalik menguat 0,37% ke level Rp 10.340,12/SG$, mengacu data Refinitiv.

Sentimen pelaku pasar sempat membaik di awal perdagangan hari ini setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) melesat nyaris 5% di perdagangan Selasa.

Penguatan Wall Street tersebut terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, melakukan rapat dengan anggota Kongres dari Partai Republik dan berencana tidak mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) alias 0% baik kepada pengusaha maupun karyawan hingga akhir tahun nanti.

PPh 0% tersebut dimaksudkan untuk mengangkat daya beli masyarakat sehingga roda perekonomian bisa berputar lebih kencang di tengah wabah virus corona.

 

Sentimen pelaku pasar tiba-tiba kembali memburuk setelah AS melaporkan lonjakan kasus virus corona melewati 1.000 orang. Pagi tadi, AS melaporkan jumlah kasus virus corona sebanyak 1.020 orang.

Berdasarkan data dari Johns Hopkins CSSE, wabah virus corona kini telah menjangkiti lebih dari 100 negara, dengan jumlah kasus nyaris 120.000 orang, dengan 4.284 orang meninggal.

Lonjakan kasus yang besar terjadi di Italia, pemerintahnya bahkan sudah mengisolasi seluruh negara guna meredam penyebaran virus yang lebih luas. Total kasus virus corona kini lebih dari 10.000, dan menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak kedua setelah China.

Selain Italia, lonjakan kasus juga terjadi di Iran, Korea Selatan, Prancis, Spanyol, dan Jerman memberikan sentimen negatif ke pasar finansial, dan rupiah kembali tertekan.

Indonesia juga tidak lepas dari wabah virus corona, hingga saat ini sudah ada 27 kasus, bahkan 1 pasien dilaporkan meninggal dunia siang ini.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengonfirmasi salah seorang pasien positif terjangkit virus corona (Covid-19) meninggal dunia.

“Tadi malam sekitar pukul 02.00 lewat sedikit pasien identitas nomor 25 meninggal dunia,” ujar Yuri dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Menurut Yuri, pasien itu berusia 53 tahun dan berstatus warga negara asing (WNA). Sebelum menderita Covid-19, pasien itu masuk RS dalam keadaan sakit berat. Ini lantaran ada penyakit terdahulu seperti diabetes, hipertensi, gilertidori, dan paru menahun.

Sementara itu di Singapura tercatat sebanyak 160 kasus, dan 78 diantaranya dilaporkan sudah sembuh.