PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 20/11/2019 – Harga emas global menguat pagi ini, Rabu (20/11/2019). Penguatan dipicu ungkapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam China.

Pukul 09.20 WIB, harga emas berada di US$ 1.473,4 /troy ons naik 0,08% dibanding harga penutupan perdagangan kemarin yang berada di level US$ 1.472,28/troy ons.

Perdamaian dagang antara AS-China tampaknya kembali menemui kebuntuan. Dalam rapat kabinet Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman pada China.

PT KP PRESS || Perang Dagang Hampir Usai, Kejayaan Emas Segera Berakhir?

“Jika kita tidak membuat kesepakatan dengan China, saya akan menaikkan tarif bahkan lebih tinggi,” katanya di depan para pejabat AS, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (20/11/2019).

Walaupun Trump menegaskan bahwa hubungan dengan China masih baik-baik saja, tetapi Trump mengatakan dirinya dapat berbuat apa saja jika China tidak menyetujui poin kesepakatan yang ia mau.

“China harus membuat kesepakatan yang saya suka,” kutip Reuters lagi menirukan presiden kontroversial ini. Ancaman dan serangan terbuka Trump terhadap China bukan yang pertama di saat pembicaraan perdamaian terus dilakukan kedua negara. Sebelumnya AS dan China, sudah mulai berdialog soal kesepakatan dagang sejak Oktober.

PT KONTAK PERKASA || Mundur Maju Hubungan AS-China, ke Mana Arah Harga Emas?

Sementara itu, mengutip sumber CNBC International, mood Beijing kini tidak bagus terkait perjanjian damai perang dagang.Presiden Xi Jinping dikabarkan pesimis dengan Trump akan menghapus semua tarif, seperti yang diminta China.

“Mood Beijing terkait deal dagang sangat pesimis. China kecewa setelah Trump mengatakan tidak ada tarif yang ditarik,” tulis reporter CNBC International Eunice Yoo. Strategi sekarang adalah menunggu proses pemakzulan (impeachment), (dan) pemilu AS.”

Perang dagang yang terjadi kurang lebih enam belas bulan terakhir ini telah membuat ekonomi global bergejolak. Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan perlambatan ekonomi terjadi hampir di 90% kawasan dunia.

Baca Juga :

KONTAK PERKASA FUTURES || The Fed Komentar Soal Ekonomi AS, Harga Emas Ambles

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2019 menjadi 3% di Oktober lalu, dari sebelumnya 3,3% di April dan 3,5% di Januari.

Emas merupakan aset minim risiko yang dicari investor ketika ekonomi global mengalami guncangan atau terpapar risiko politik. Maju mundurnya hubungan AS-China yang kembali terjadi membuat harga emas kembali berfluktuasi cenderung menguat.