PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/06/2019 – Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 10.000 (1,57%) menjadi Rp 645.000 per gram, dari Rp 635.000 per gram kemarin.
Kenaikan harga emas Antam tersebut seiring dengan kenaikan harga emas di pasar spot global kemarin yang disebabkan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) terkait dengan potensi penurunan suku bunga acuan.

KONTAK PERKASA FUTURES

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM – Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (20/6/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 64,5 juta dari harga kemarin Rp 63,5 juta per batang.
Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.
Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik hari ini menjadi Rp 622.000 per gram dari sebelumnya Rp 613.000 per gram kemarin. Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.359 per troy ounce, naik 1,02% dari US$ 1.346 per troy ounce pada hari sebelumnya.

Hari ini, harga emas di pasar spot masih menguat sebesar 1,42% menjadi US$ 1.379 per troy ounce dan masih melanjutkan reli di hari ketiganya. Penguatan signifikan harga emas di pasar spot hari ini juga menjadi kenaikan terbesar sejak 11 Oktober 2018 dan berpotensi menjadi rekor tertinggi sejak 14 Maret 2014 jika penguatan bertahan hingga pergantian hari.

Sejak kemarin, harga emas global dipengaruhi masuknya dana investor global ke komoditas logam mulia itu karena harganya yang murah, terutama hasil pengalihan dana investor dari instrumen dolar AS yang melemah karena ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter negara tersebut.

Ekspektasi tersebut mencerminkan harapan pelaku pasar bahwa bank sentral AS yaitu The Fed akan mulai menurunkan suku bunga acuannya bulan depan.  Semalam, The Fed menetapkan kembali suku bunganya pada level 225 bps-250 bps, yang meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga pada rapat penentuan suku bunga (FOMC) bulan depan.

Probabilitas berdasarkan survei pelaku pasar itu menunjukkan potensi penurunan suku bunga satu tahap menjadi 200 bps-225 bps bulan depan mencapai 69,8%, diikuti oleh probabilitas penurunan dua tahap menjadi 175 bps-200 bps yang persentasenya menjadi 30,2%.

Di sisi lain, tidak ada satupun pelaku pasar yang memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunganya bulan depan.

Tanggal Harga US$ per troy ounce Selisih (%)
6/14/2019 1,341.33 -0.05
6/17/2019 1,339.28 -0.15
6/18/2019 1,346.08 0.51
6/19/2019 1,359.87 1.02
6/20/2019 1,379.24 1.42

Sumber: Refinitiv

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar. Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%.

Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%. Naiknya harga emas ukuran kecil itu seringkali mengindikasikan risiko yang menguat kemarin, tetapi kali ini harganya hanya disebabkan oleh naiknya emas sebagai instrumen investasi yang menggiurkan, bukan karena sifatnya sebagai instrumen yang dianggap lebih aman (safe haven).

Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.

smber : cnbcnews