PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 02/06/2020 – Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Selasa ini (2/6/2020) naik 0,70% atau sebesar Rp 6.000 menjadi Rp 862.120/gram dari perdagangan Sabtu kemarin di level Rp 856.120/gram.
Hari Senin kemarin (1/6/2020) gerai tutup untuk libur Hari Lahir Pancasila. Sebelumnya pada perdagangan Sabtu kemarin, harga emas Antam naik 0,12% sebesar Rp 1.000 dari posisi harga Jumat yakni Rp 855.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram naik 0,70% berada di Rp 86,212 juta dari harga kemarin Rp 85,612 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Selasa ini (2/6/2020) naik Rp 6.000 menjadi Rp 920.000/gram setelah naik Rp 1.000 ke Rp 914.000/gram pada hari Sabtu kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga naik 0,98% atau Rp 8.000 ditetapkan pada Rp 823.000/gram, dari posisi kemarin Rp 815.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Kenaikan harga emas Antam seiring dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan hari Senin kemarin (Selasa pagi waktu Indonesia) yang naik sebesar US$ 13,7 atau 0,79% menjadi US$ 1.740,00/troy ons, melansir dari Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Agustus ditutup turun US$ 1,40 atau 0,08% pada US$ 1.750,30/troy ons, melansir dari RTTNews.

Rebound harga emas dunia kemarin didukung oleh meningkatnya gesekan antara Washington dan Beijing dan protes warga di Amerika Serikat atas rasisme.

“Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa kesepakatan perdagangan fase satu antara AS-China akan segera dibatalkan,” kata Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan broker OANDA, dilansir CNBC International, Selasa (2/6/2020). Dia mengatakan demonstrasi di Amerika Serikat telah meningkatkan kekhawatiran akan gelombang kedua kasus virus corona.

Emas dipandang sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, sehingga mendukung harga untuk naik.

Dalam sepekan terakhir kondisi di AS diwarnai kerusuhan akibat gelombang demonstrasi yang meluas di beberapa negara bagian akibat tewasnya seorang warga kulit hitam bernama George Floyd. Sebagai akibatnya 5 negara bagian Texas, Ariozona, Georgia, Missouri dan Minnesota menyatakan status darurat. Sementara itu, 40 kota menerapkan kebijakan jam malam. Smber : cnbc