PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 18/03/2020 – Harga logam mulia emas memang sempat anjlok dalam beberapa waktu belakangan. Setelah anjlok dalam, emas menemukan momentum untuk kembali menguat walau belum sekinclong dulu lagi.

Pada perdagangan Rabu (18/3/2020) harga emas dunia di pasar spot menguat 0,43% ke level US$ 1.534,85/troy ons. Harga emas sempat ambrol setelah menyentuh level tertingginya dalam tujuh tahun pada 9 Maret lalu.

Walau mengalami kenaikan, harga emas masih berada di rentang level terlemah sejak awal tahun. Harga emas sempat anjlok lantaran dilego oleh investor untuk menutup margin calls dan kerugian investasi pada aset lain seperti saham akibat pandemi COVID-19 yang terus merebak.

Namun usai anjlok dalam nyaris 9,8%, emas menemukan momentum untuk menguat. Pasalnya harga emas yang sudah anjlok dalam membuat emas kembali dilirik. Apalagi bank sentral AS juga baru saja memangkas suku bunga acuan ke kisaran nol persen.

Secara mengejutkan The Fed memangkas Federal Funds Rate (FFR) sebesar 100 basis poin dan membawanya ke level terendah sejak 2015. Kini FFR berada di rentang target 0-0,25%. The Fed juga memulai kembali program Quantitative Easing (QE) dan akan membeli aset-aset finansial seperti obligasi pemerintah serta efek beragun aset (EBA) properti.

Langkah ini dilakukan The Fed untuk meredam dampak akibat merebaknya wabah COVID-19 yang kini sudah menjangkiti 152 negara dan teritori di dunia. Walau menguat, bukan tak mungkin harga emas akan kembali tertekan.

Untuk saat ini, emas lebih dilirik sebagai aset yang bisa memberikan sumber likuiditas. Artinya ketika pasar saham rontok, maka bukan tak mungkin emas akan kembali dilikuidasi untuk menutup kerugian yang diderita.

smber : cnbcnews