PT KONTAPERKASA FUTURES BALI 23/10/2020 –  Emiten BUMN tambang mineral, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berencana membuat anak usaha Logam Mulia di bisnis emas yang ditargetkan akan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan bahan paparan workshop Tambang untuk Peradaban yang digelar MIND ID, Holding BUMN Pertambangan, manajemen Antam mengungkapkan, setelah anak usaha ini terbentuk, target berikutnya memang melantai di papan perdagangan BEI.

Sebagai informasi, saat ini Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) Antam melayani pembelian emas secara online, serta memberikan informasi update grafik harga emas Antam terkini.

 

KONTAK PERKASA 

UBPP Logam Mulia berkembang menjadi satu-satunya refinery di Indonesia yang masuk dalam Good Delivery List LBMA (London Bullion Market Association) dengan produk emas batangan sebagai top brand di Indonesia yang memberikan jaminan keaslian dan kemurnian 99,99%.

Produk lainnya meliputi dinar, dirham, customized product, platinum labware, dan lainnya.

Manajemen Antam menjelaskan, saat ini ada tim transformasi emas di Antam untuk menyiapkan semua proses pendirian anak usaha Logam Mulia. Pihak Antam menilai, untuk pasar logam mulia harus fleksibel ke depannya karena keberadaan market sudah ada.

Saat ini, komoditas emas memang sedang berkilau cemerlang. Pandemi virus corona (Covid-19) yang membuat perekonomian global nyungsep ke jurang resesi membuat permintaan emas meningkat, tidak hanya secara global, tetapi juga di dalam negeri.

Tingginya permintaan logam mulia terlihat dari penjualan emas Antam di kuartal III-2020 yang mencapai 6.967 kg atau 223.994 troy ons. Penjualan tersebut meroket 147% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Sementara itu, jika dilihat sejak awal tahun sampai September atau 9 bulan, penjualan emas Antam mencapai 14.882 kg atau 478.467 troy ounce.

Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko menjelaskan, kenaikan tersebut ditopang seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat berinvestasi emas di tengah tren kenaikan harga emas dan fluktuasi mata uang asing.

smber : cnbcnews