PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 28/06/2018 – Perang dagang dan ancaman pengetatan aturan pada industri teknologi membuat pasar saham Amerika Serikat (AS) anjlok ke posisi terburuk sejak masa Great Depression pada awal April 2018. Secara rata-rata indeks Dow Jones turun 458,97 poin, S&P turun 2,2% dan Nasdaq turun 2,7%.

Dilansir dari CNBC International, hal tersebut membuat banyak investor cemas dan kebingungan dalam menentukan langkah dalam berinvestasi.

KONTAK PERKASA FUTURES

Ditengah kepanik dan ketidakpastian pasar saham, Warren Buffett yang biasa dikenal sebagai Oracle of Omaha, menyarankan para investor untuk terus tenang. Pada 2016, ketika pasar saham bergejolak Warren Buffett menyarankan untuk terus membeli dan menyimpan saham.

“Jangan mengamati pasar dari jarak dekat,” ia menyarankan hal tersebut pada para investor yang takut kehilangan uang pensiunnya pada saat itu. “Mereka seharusnya berpikir menjual saham saat harganya mahal, mereka akan memperoleh hasil yang baik.”

Kepada CNBC Make It, Waren Baffett merekomendasikan investor untuk menonton ulang episode komersial Super Bowl favorit mereka, membeli es krim untuk anak-anak mereka, atau menemui teman-teman yang sudah lama tidak mereka temui. “Selama Anda berinvestasi dengan tepat untuk mencapai tujuan Anda, menjauhlah dari portofolio investasi Anda,” ujarnya.

Di tengah fluktuasi pasar yang kecil maupun koreksi di pasar, Anda tetap tidak boleh membuat keputusan yang terburu-buru. /sumber(cnbc).