PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 30/08/2017 –  Indeks saham utama AS berakhir lebih tinggi pada hari Selasa waktu setempat (Rabu dinihari WIB) setelah pulih dari kerugian awal yang curam yang dipicu kekhawatiran bahwa permusuhan di Semenanjung Korea bisa meningkat.

S & P 500 sempat turun 0,66 persen setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa semua opsi ada di meja agar Amerika Serikat merespons, setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik ke sebuah pulau Jepang dalam satu demonstrasi baru.

“Ketika presiden mengatakan ‘semua opsi ada di atas meja’, strategi terbaik bagi investor terkadang tidak melakukan apa-apa,” kata Brian Jacobsen, ahli strategi investasi senior di Wells Fargo Funds Management di Menomonee Falls, Wisconsin, dikutip Reuters.

Analis pasar merasa lega bahwa keretakan tersebut tidak meningkat lebih jauh, dengan Trump sekarang fokus pada kerusakan yang disebabkan oleh Badai Tropis Harvey, yang merupakan badai paling kuat yang menyerang Texas dalam 50 tahun terakhir.

“Meskipun mungkin semua kejadian yang tidak menguntungkan ini dapat menambah hal yang lebih penting, ekonomi (AS) cukup besar dan tahan lama,” kata Jacobsen.

Badai menyelimuti seluruh pusat energi AS di Texas namun saham energi sedikit berubah, dengan penurunan perusahaan jasa minyak yang sebagian besar diimbangi oleh kenaikan saham perusahaan penyulingan dan beberapa produsen.

Ernesto Ramos, kepala ekuitas di BMO Global Asset Management di Chicago, menggambarkan reaksi pasar terhadap banjir di Houston dan daerah sekitarnya sebagai “situasi khusus saham.”

Saham perusahaan asuransi jatuh karena ketidakpastian atas kewajiban mereka yang terkait dengan badai. Indeks saham industri KIX turun 0,5 persen ke level terendah dalam dua bulan.

Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 56,97 poin atau 0,26 persen menjadi 21.865,37, S & P 500 naik 2,06 poin atau 0,08 persen menjadi 2.446,3 dan Nasdaq Composite menguat 18,87 poin atau 0,3 persen menjadi 6.301,89.

Kenaikan di Nasdaq dipimpin oleh nama terbesar, dengan Apple, Alphabet, Microsoft, Facebook dan Amazon, perusahaan AS terbesar berdasarkan nilai pasar, semuanya menguat.

Best Buy Co Inc turun 11,9 persen menjadi $ 55,02 setelah peritel konsumen elektronik No.1 AS memperingatkan kinerja penjualan kuartalannya yang kuat tidak boleh dilihat sebagai normal baru.

United Technologies Corp (UTX.N) naik 2,9 persen menjadi $ 118,70 karena membuat kemajuan dalam pembicaraan untuk mengakuisisi produsen komponen pesawat terbang Rockwell Collins Inc (COL.N) untuk mengangkat bisnis kedirgantaraannya. Saham Rockwell naik 2,1 persen menjadi $ 130,74.

Nike (NKE.N) turun 1,9 persen menjadi $ 52,73 setelah Morgan Stanley memangkas target harganya sebesar $ 4 menjadi $ 64.

Sekitar 5,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 5,9 miliar selama 20 sesi terakhir, demikian Reuters melaporkan.