PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 22/07/16 – Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada awal perdagangan Jumat (22/07) dibuka positif, saat ini terpantau turun -163,33 poin atau -0,97 persen di 16646.89. Pelemahan indeks Nikkei terpicu penguatan Yen.

Lihat : Bursa Tokyo 21 Juli Ditutup Naik Terdorong Rencana Paket Stimulus 20 Triliun Yen

Yen Jepang menguat terhadap dolar semalam, dengan perdagangan pasangan mata uang di 105,79 pada Jumat pagi, dibandingkan dengan tingkat dekat 107,15 diperdagangkan pada Kamis sore waktu setempat dan dekat 100 dua minggu sebelumnya.

Lonjakan yen terjadi setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda, dalam sebuah wawancara siaran BBC, Kamis, mengesampingkan kemungkinan “helicopter money” – nama sehari-hari untuk “program fiskal pembiayaan keuangan” – untuk mengatasi deflasi di Jepang, di tengah membangun harapan bahwa para pembuat kebijakan yang bersiap-siap untuk memperkenalkan stimulus lebih lanjut. 

Panguatan Yen akan melemahkan saham-saham eksportir, karena akan menurunkan pendapatan mereka saat dikonversikan dalam mata uang lokal.

Pada awal perdagangan pagi ini saham-saham eksportir menguat. Saham Toyota turun 0,61 persen, saham Honda merosot 2,77 persen, saham Nissan anjlok -3,03 persen.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -180,00 poin atau -1,07% pada 16,630, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,810.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Nikkei berpotensi lemah dengan penguatan Yen. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 16,159-15,626, dan kisaran Resistance 17,102-17,635.