PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 18/08/16 – Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada awal perdagangan Kamis (18/08) dibuka lemah, saat ini terpantau turun -76,56 poin atau -0,46% persen di 16.669,08. Pelemahan indeks Nikkei terpicu penguatan Yen dan buruknya data perdagangan Jepang.

Lihat : Bursa Tokyo 16 Agustus Berakhir Lemah Terganjal Penguatan Yen

Yen Jepang menguat ke 99,75 terhadap dolar, sentuhan lebih rendah dari sesi tinggi sebelumnya 99,64, dan dibandingkan dengan tingkat dekat 100,95 pada Rabu sore waktu Asia.

Penguatan Yen menekan saham eksportir utama, dengan saham Toyota turun 1,40 persen, saham Nissan turun 2,03 persen dan saham Mazda menjatuhkan 3,06 persen.

Ekspor Jepang merosot lagi pada bulan Juli, tertekan oleh penguatan yen dan permintaan global yang lesu.

Ekspor turun 14,0% dari tahun sebelumnya menjadi 5,728 triliun yen ($ 57 miliar) pada bulan Juli, turun untuk 10 bulan berturut-turut, menurut data yang dirilis Kamis (18/08) oleh kementerian keuangan Jepang. Hasil ini menandai urutan terpanjang penurunan sejak krisis keuangan global.

Lihat : Ekspor Jepang Juli Merosot 10 Bulan Berturut

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -140,00 poin atau -0,84% pada 16,610, naik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,750.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Nikkei berpotensi melemah tertekan penguatan Yen dan buruknya data perdagangan. Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 16,176-15,674, dan kisaran Resistance 17,181-17,684.