PT KONTAK PERKASA FUTURTES BALI 22/07/16 – Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan Jumat (22/07) dibuka turun, pada menit pertama turun  6,5 poin atau 0,12 persen pada 5210,42. Pelemahan IHSG terdorong pelemahan bursa Wall Street dan Rupiah.

Pagi ini terpantau Rupiah sedikit melemah terhadap dollar AS. Pasangan kurs USDIDR menguat 0,01 persen pada 13,100.

Pelemahan IHSG juga terpicu pelemahan Wall Street semalam dan bursa Asia pagi ini.

Bursa Saham AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat dinihari tadi, meruntuhkan kenaikan beruntun sembilan hari Dow, tertekan pelemahan harga minyak mentah dan pasar konsolidasi menjelang pertemuan Fed pekan depan. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,42 persen pada 18,517.2, dengan penurunan tertinggi saham Intel. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,36 persen pada 5,073.90 dengan sektor Industri dan bahan memimpin delapan sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq berakhir turun 0,31 persen ke 5,073.90.

Lihat : Bursa Wall Street Retreat Tertekan Pelemahan Minyak Mentah

Bursa Asia pagi ini juga bergerak lemah. Semua indeks utama kawasan Asia berada di zona merah terpicu pelemahan Wall Street. Hanya  indeks Kospi yang bergerak flat.

IHSG pada awal perdagangan pagi ini terdorong oleh 7 sektor yang berada di zona negatif dengan pelemahan tertinggi sektor Keuangan yang turun 0,66%. Pada pagi ini tercatat 78 saham menguat, sedangkan 100 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 773 juta saham dengan nilai mencapai lebih 386 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 27.700 kali.

Pagi ini terjadi aksi profit taking investor asing. Terpantau pagi ini dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp. 24,50 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas terdorong pelemahan bursa global. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5166-5134, dan kisaran Resistance 5228-5134.