PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 28/11/2016 – Bursa Asia memerah pada transaksi awal pekan in (28/11). Demikian pula halnya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.11 WIB, indeks mencatatkan penurunan 0,21% menjadi 5.111,424.

Ada 91 saham yang menurun. Sementara 71 saham naik dan 76 saham lainnya diam di tempat.

Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 1,254 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 329,925 miliar.

Pagi ini, investor asing masih terlihat melepas kepemilikan sahamnya di Indonesia. Nilai penjualan bersih asing (net sell) mencapai Rp 19,4 miliar di seluruh market dan Rp 19,4 miliar di pasar reguler.

Tiga sektor dengan penurunan terdalam antara lain: sektor barang konsumen turun 0,9%, sektor keuangan turun 0,45%, dan sektor manufaktur turun 0,42%.

Saham-saham lagger yang menyeret kejatuhan IHSG antara lain: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,14% menjadi Rp 10.800, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun 0,51% menjadi Rp 3.890, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 8,26% menjadi 500.

Sedangkan saham-saham mover IHSG pagi ini adalah: PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik 0,33% menjadi Rp 7.650, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) naik 20,25% menjadi Rp 95, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 0,6% menjadi Rp 62.800.

Menurut Taye Shim, Kepala Riset Daewoo Securities, pagi ini, pelaku pasar akan wait and see seiring akan dirilisnya sejumlah data penting.

Pertama, kesepakatan penurunan produksi minyak OPEC. Kedua, data US PCE inflasi (meskipun pasar secara harfiah memprediksi terjadinya kenaikan). Ketiga, CPI di Indonesia. Keempat, laporan tenaga kerja AS.

“Mengingat banyaknya perilisan data utama, kami memprediksi aksi investor yang menurun selama bagian awal minggu ini,” paparnya.

Bursa Asia merah

Pasar saham Asia memulai transaksi pagi ini (28/11) di zona merah. Berdasarkan data CNBC, pada pukul 08.08 waktu Singapura, indeks Nikkei 225 Stock Average naik turun 0,5%. Penurunan Nikkei disinyalir akibat penguatan yen yang pada akhirnya berdampak negatif pada pasar saham Negeri Sakura itu.

Sekadar informasi, nilai tukar yen pagi ini berada di level 112.68 per dollar AS, di bawah level 113 pada pekan lalu.

Sedangkan indeks ASX 200 Australia turun 0,24%. Sektor energi memberatkan langkah indeks ASX 200 dengan penurunan 1,89%. Selain itu, sektor bahan baku juga turun 0,96%.

Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,21%. Pasar saham Korsel dipengaruhi oleh aksi turun ke jalan ribuan warga Korsel pada akhir pekan lalu. Dengan demikian, warga Korsel sudah menggelar aksi unjuk rasa selama lima pekan beruntun. Mereka menggelar aksi protes terhadap Presiden Park Geun-hye yang disinyalir terlibat skandal atas penyalahgunaan wewenang.