PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/07/16 -Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan Selasa (19/07) dibuka naik 8,19 poin atau 0,16 persen pada 5135,69. Penguatan tipis IHSG terdorong berbagai sentimen positif yaitu penguatan bursa Wall Street, penguatan Rupiah dan meningkatnya penjualan ritel bulan Mei.

Bursa Saham AS ditutup di tertinggi sepanjang masa akhir perdagangan Selasa dinihari tadi dengan hasil kuartalan Bank of America membangkitkan kepercayaan investor mencermati laporan laba emiten.  Indeks Dow Jones ditutup pada rekor tinggi 18,533.05, naik 0,09 persen dengan kenaikan tertinggi Saham DuPont dan Home Depot. Indeks S & P 500 ditutup pada rekor baru 2,166.89, naik sekitar 0,25 persen, dipimpin sektor teknologi informasi dan konsumen. Indeks Nasdaq berakhir 0,52 persen lebih tinggi untuk penutupan tertinggi tahunan pada 5,055.78.

Lihat : Bursa Wall Street Berakhir Dalam Rekor Tinggi; Dow Jones Naik Tertinggi 7 Hari Berturut

Pagi ini terpantau Rupiah naik tipis. Pasangan mata uang USDIDR melemah -0,02 persen pada 3,085.

Sedangkan dari data ekonomi domestik, Penjualan Ritel Indonesia bulan Mei 2016 secara tahunan meningkat. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2016 yang tumbuh 13,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2016 yang sebesar 11,2% (yoy). Demikian rilis dari Bank Indonesia, Senin (18/07).

Kenaikan ini merupakan tertinggi dalam 11 bulan terakhir, dimana kenaikan tertinggi tercatat 22,3% pada bulan Juni 2015.

Lihat : Penjualan Ritel Indonesia Mei Naik Tertinggi 11 Bulan

IHSG pada awal perdagangan pagi ini terdorong oleh 9 sektor yang berada di zona positif dengan penguatan tertinggi sektor Pertambangan yang naik 1,06%. Pada pagi ini tercatat 120 saham menguat, sedangkan 46 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 448 juta saham dengan nilai mencapai lebih 338 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 18.000 kali.

Pagi ini terjadi aksi beli profit taking investor asing. Terpantau pagi ini dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp. 24,81 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas terdorong penguatan bursa Wall Street dan positifnya data ekonomi Indonesia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5096-5072, dan kisaran Resistance 5159-5190.