KPF BALI 14/06/16 –

Harga timah di bursa Malaysia kembali stabil pada perdagangan Selasa (14/06). Stabilnya harga timah terpicu kehati-hatian investor mencermati pertemuan kebijakan The Fed dan BOJ pada beberapa hari ini.

Stabilnya harga timah juga terjadi dengan pelemahan dollar AS mengimbangi pelemahan bursa global, termasuk bursa Tiongkok.

Indeks Dollar AS berakhir turun 0,30 persen pada 94.37 terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Biasanya pelemahan dollar AS akan mengangkat harga komoditas, termasuk timah yang diperdagangkan dalam denominasi dollar AS, karena menjadi lebih murah dalam mata uang lainnya.

Namun pelemahan bursa global, termasuk kekuatiran Brexit, yang dapat menekan harga timah, dapat diimbangi oleh pelemahan dollar AS.

Investor akan mencermati pertemuan kebijakan The Fed pada 14-15 Juni ini dan dilanjutkan dengan pertemuan BOJ.

Lihat : Harga Timah 13 Juni Stabil Terbantu Peningkatan Permintaan Korea Selatan

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau stabil hari ini. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 17.050 dollar per ton, sama dengan penutupan sebelumnya pada 17.050.

Dollar AS diperkirakan akan melemah dengan memudarnya harapan kenaikan suku bunga AS, menguatnya permintaan mata uang safe haven dan rilis data Retail Sales Mei nanti malam yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan potensi pelemahan dollar AS. Harga akan menghadapi level Resistance di posisi 17.250 dollar dan 17.450 dollar. Akan tetapi jika terjadi penurunan, harga timah akan menghadapi level Support di 16.850 dollar dan 16.650 dollar.