KPF BALI 29/10/14 –

Harga minyak mentah WTI di bursa Nymex pada penutupan perdagangan Selasa 28 Oktober 2014 terpantau ditutup menguat dini hari tadi. Penguatan harga minyak mentah WTI di bursa Nymex dipicu oleh pelemahan nilai Dollar Amerika Serikat.

Rentetan pergerakan negatif pada pergerakan nilai Dollar AS terpantau berhasil memicu harga minyak mentah WTI untuk terdorong menguat. Indeks Dollar AS yang hingga kemarin telah melanjutkan pola melemah dalam 3 hari beruntun, cukup mengangkat aksi beli terhadap minyak mentah WTI di bursa Nymex. Dampak dari hal tersebut, harga minyak mentah WTI pun terangkat di bursa Nymex.

Selain faktor dorongan nilai Dollar Amerika Serikat, pergerakan harga minyak mentah WTI juga cukup mendapatkan dorongan penguatan teknikal. Posisi harga minyak mentah WTI yang telah berada dalam kondisi jenuh teknikal mengindikasi posisi over sold. Imbas posisi oversold tersebut, aksi beli pun menguat terhadap minyak mentah WTI.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga minyak mentah WTI akan cenderung bergerak wait and see terhadap beberapa data penting pada hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh akan rilisnya data persediaan minyak mentah API dan EIA serta keputusan The Fed terhadap kondisi perekonomian AS. Sementara terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $78,75-$82,50 pada WTI dan $84,5-$87,25 pada brent.