KPF BALI 06/11/14 – Harga kopi arabika di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan Rabu 5 November 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga kopi arabika di bursa ICE Futures US dipicu oleh masih kokohnya sentimen negatif dari cuaca Brasil.

Kondisi cuaca Brasil yang masih dilanda hujan terpantau terus menggerus harga kopi arabika di bursa ICE Futures US. Potensi kondisi tanaman kopi arabika Brasil yang semakin membaik akibat curah hujan tersebut, membuat harga kopi mengalami tekanan dari sisi ekspektasi supply. Dampak dari hal tersebut, harga kopi arabika pun terdorong jatuh.

Selain faktor hujan di Brasil, pergerakan harga kopi arabika juga terdorong melemah oleh pergerakan nilai Dollar AS. Posisi nilai Dollar AS yang masih tergolong kokoh menguat di pasar valuta asing memicu pelemahan daya beli investor terhadap harga kopi arabika di bursa ICE Futures US.

Pada penutupan perdagangan Rabu 5 November 2014 di bursa ICE Futures US, harga kopi arabika terpantau ditutup melemah signifikan. Harga kopi arabika berjangka ICE Futures US untuk kontrak Desember 2014 ditutup turun 1,04% ke tingkat harga $186,25/ton atau melemah $1,95/ton.

Sementara pada penutupan perdagangan kopi robusta di bursa LIFFE, harga kopi robusta juga ditutup melemah Rabu lalu. Harga kopi rpbusta berjangka LIFFE untuk kontrak Januari 2015 ditutup turun 0,69% ke tingkat harga $2.026/ton atau melemah $14/ton.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga kopi arabika masih akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini di ICE Futures US. Hal tersebut dilandasi oleh masih kuatnya sentimen negatif cuaca hujan di Brasil. Terkait pergerakan harga, diprediksi harga kopi arabika akan bergerak melemah untuk mencoba menembus level $184 untuk kemudian berlanjut ke $181,75. Sebaliknya apabila terjadi pergerakan menguat, harga akan mencoba menembus level $188,50 untuk kemudian berlanjut ke $190,75.