KPF BALI 19/01/15 – Harga kopi arabika di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan pekan lalu, 12-16 Januari 2015, terpantau ditutup dengan mengalami pelemahan signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga kopi arabika di bursa ICE US pada pekan lalu dipicu oleh sentimen negatif dari prediksi cuaca Brasil.

Pergerakan harga kopi arabika di ICE Futures US terpantau berada dalam kecenderung berfluktuasi kuat sepanjang pekan lalu. Meski sempat mengalami penguatan di awal pekan, harga kopi berada dalam trend negatif kuat sejak memasuki pertengahan pekan. Dari total 5 hari perdagangan tersebut pun, harga kopi arabika ditutup mengalami penguatan sebanyak 2 kali dan sisanya ditutup denga pelemahan. Adapun level tertinggi harga kopi arabika pada pekan lalu berada pada $184,90 dan terendah pada $170,40.

Secara fundamental, pergerakan harga kop arabika pada pekan lalu fokus pada dua faktor fundamental yang terkait dengan kondisi cuaca Brasil. Pada awal pekan, ekspektasi masih rendahnya curah hujan Brasil, memicu harga kopi arabika untuk cenderung menguat. Namun, memasuki pertengahan pekan, selain dipicu oleh pengambilan profit, harga kopi arabika tergerus ekpsektasi peningkatan curah hujan di Minas Gerais pada pekan ini sehingga terdorong jatuh. Adapun pada pekan ini, meski diperkirakan kawasan Minas Gerais akan mengalami peningkatan curah hujan, secara keseluruhan curah hujan Brasil akan turun dari 56% ke 44% level normal pada pekan ini.

Pada penutupan perdagangan kopi arabika di bursa ICE Futures US pekan lalu, harga kopi arabika terpantau ditutup dengan mengalami pelemahan signifikan secara agregat sepekan. Harga kopi arabika berjangka ICE Futures US untuk kontrak Maret 2015 sepanjang pekan lalu mengalami penurunan 4,97% ke tingkat harga $171/ton atau melemah $8,95/ton.

Sementara pada penutupan perdagangan kopi robusta di bursa LIFFE pekan lalu, harga kopi robusta justur ditutup dengan mengalami penguatan secara agregat sepekan meski tipis. Harga kopi robusta berjangka LIFFE untuk kontrak Maret 2015 pada akhir pekan lalu ditutup naik secara agregat sepekan ke level $1.970/ton atau menguat $7/ton.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga kopi arabika akan cenderung melemah pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh adanya sentimen negatif ekspektasi membaiknya curah hujan Brasil di pekan ini. Terkait pergerakan harga, diprediksi harga akan bergerak di kisaran $164-$177.