KPF BALI  08/01/15 -Harga karet di bursa Tocom pada awal perdagangan sesi siang hari ini, Kamis 8 Januari 2015, terpantau ditutup dengan mengalami pelemahan. Pelemahan harga karet di bursa Tocom dipicu oleh sentimen negatif standarisasi materi campuran karet Tiongkok.

Persetujuan pengubahan standar pencampuran materi karet di Tiongkok terpantau memberikan sentimen negatif cukup kuat terhadap harga karet di bursa Tocom. Pengubahan standar campuran karet di Tiongkok yang akan mengurangi jumlah karet alam dalam formula, membuat ekspektasi demand Tiongkok menurun. Seiring hal tersebut, harga karet pun terdorong melemah di Tocom.

Adapun dengan pengubahan standar pencampuran materi karet di Tiongkok, maka sentimen terhadap karet menjadi mixed. Bila pada sisi demand , dorongan cenderung negatif, pad sisi supply justru positif akibat banjir di Thailand. Namun, pengaruh sisi demand terlihat cenderung lebih kuat di beberapa hari terakhir.

Pada awal perdagangan sesi siang hari ini di bursa Tocom, harga karet terpantau sedang mengalami pergerakan melemah. Harga karet berjangka Tocom untuk kontrak Juni 2015 sedang turun 0,91% ke tingkat harga 207,6 Yen/kg atau melemah 1,9 Yen/kg.

Sementara pada awal perdagangan karet di bursa Shanghai Futures Exchange, harga karet juga sedang mengalami pergerakan melemah. Harga karet berjangka SHFE untuk kontrak Mei 2015 sedang turun 0,93% ke tingkat harga 13.440 Yuan/ton atau melemah 125 Yuan/ton.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga karet di bursa Tocom akan cenderung mengalami pelemahan pada perdagangan sesi siang hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh adanya sentimen negatif dari ekspektasi akan melemahnya demand Tiongkok.