KPF BALI 20/11/14 – Harga gula di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan Rabu 19 November 2014 terpantau ditutup dengan mengalami penguatan signifikan. Penguatan harga gula di bursa ICE Futures US dipicu oleh penguatan aksi beli pasca pergerakan menyentuh level support.

Trend pelemahan pada pergerakan harga gula di bursa ICE US terpantau berhasil diakhiri pada perdagangan Rabu lalu. Indikator teknikal yang cukup memberikan dorongan penguatan pada aksi beli menjadi landasan berakhirnya trend lemah pada harga gula. Adapaun landasan penguatan pada harga gula tersebut dipicu oleh pergerakan harga gula yang masih tetap bertahan di level support $15,65/ton sehingga mendorong aksi beli yang menguat pasca harga menyentuh level tersebut.

Sebelumnya pergerakan harga gula di bursa ICE Futures US sedang berada dalam trend bearish cukup kuat. Adapun pelemahan harga tersebut dipicu oleh kondisi fundamental pada harga gula yang masih negatif seiring lemahnya nilai Real Brasil dan cuaca hujan Brasil.

Pada penutupan perdagangan Rabu 19 November 2014 di bursa ICE Futures US, harga gula terpantau ditutup dengan mengalami penguatan signifikan. Harga gula berjangka ICE Futures US untuk kontrak Maret 2015 ditutup naik 1,02% ke tingkat harga $15,87/ton atau menguat $0,16/ton.

Sementara pada penutupan perdagangan gula putih di bursa LIFFE, harga gula putih juga ditutup menguat Rabu lalu. Harga gula putih berjangka LIFFE untuk kontrak Maret 2015 ditutup naik 0,43% ke tingkat harga $416,40/ton atau menguat $1,80/ton.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga gula akan cenderung kembali melemah pada perdagangan hari ini di bursa ICE Futures US. Hal tersebut dilandasi oleh ekspektasi masih akan baiknya produksi serta pengiriman gula Brasil selaku penghasil gula terbesar dunia. terkait pergerakan harga, diprediksi harga akan mencoba kembali menembus level $15,65 dengan potensi lanjutan ke $15,50. Sebaliknya apabila terjadi penguatan , harga akan bergerak mencoba menembus level $15,95 dengan potensi lanjutan ke $16,15.