PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 16/08/16 – Harga Emas naik pada akhir perdagangan Selasa dinihari tadi terdukung pelemahan dolar AS akibat memudarnya harapan Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Data ekonimi AS Jumat menunjukkan penjualan ritel tak terduga datar pada bulan Juli, menandakan melemahnya dalam belanja konsumen.

Dolar AS turun 0,1 persen terhadap sekeranjang mata uang, sementara saham Wall Street menguat ke rekor tertinggi pada harapan untuk kebijakan moneter lanjutan pelonggaran seluruh dunia.

Dolar AS yang lebih rendah membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas spot naik 0,26 persen pada $ 1,339.22 per ons. Logam mulia ini naik sebanyak 1,3 persen setelah data pada hari Jumat, sebelum menyerahkan keuntungan.

Sedangkan harga emas berjangka AS emas ditutup naik 0,3 persen pada $ 1,347.50.

Gubernur bank sentral dan pemerintah harus datang dengan kebijakan baru untuk menopang ekonomi mereka terhadap suku bunga masih rendah yang mengancam untuk membuat resesi masa depan yang lebih dalam dan lebih sulit untuk dihindari, kata Presiden Fed San Francisco John Williams.

Melihat posisi spekulatif dan dana juga diperdagangkan di bursa, beberapa profit taking dapat dilihat, yang akan menjaga harga di kisaran saat ini di bawah $ 1.360, kata analis Commerzbank Daniel Briesemann.

Spekulan menempatkan posisi panjang bersih mereka di COMEX emas dan kontrak perak dalam seminggu sampai 9 Agustus, data pemerintah AS menunjukkan Jumat.

Perak naik 0,50 persen pada $ 19,79 per ons. Sedangkan Platinum jatuh ke dekat tiga minggu rendah $ 1,107.24 dan paladium naik 1,2 persen pada $ 692,30.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas akan berpotensi lemah dengan penguatan bursa Wall Street yang berpotensi mendorong penguatan bursa global. Harga emas diperkirakan menembus kisaran Support $ 1,337-$ 1,335, dan jika harga naik akan menembus kisaran Resistance $ 1,341-$ 1,343.