PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI  28/10/16 – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah beberapa indikator ekonomi Amerika Serikat dilaporkan melemah.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 2,9 dolar AS, atau 0,23 persen, menjadi menetap di 1.269,50 dolar AS per ounce.

Emas mendapat dukungan ketika sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan barang-barang modal inti menurun lebih buruk dari yang diperkirakan 1,2 persen selama September, dan pesanan barang tahan lama menurun sebesar 0,1 persen selama bulan yang sama.

Para analis mencatat bahwa angka pesanan barang-barang tahan lama berada di ujung bawah dari kisaran konsensus, tapi masih mengejutkan banyak investor karena konsensus adalah untuk pertumbuhan 0,2 persen. Laporan ini mendorong para investor beralih ke aset “safe haven” emas.

Namun, logam mulia dicegah dari kenaikan lebih lanjut karena indeks dolar AS menguat 0,28 persen menjadi 98,90 pada pukul 18.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor.

Data positif lainnya untuk data ekonomi AS terus membatasi emas. Indeks penjualan “pending home” (rumah yang pengurusannya belum selesai), yang naik sedikit lebih baik dari perkiraan 1,5 persen selama September. Analis mencatat penguatan di Selatan AS dan di Barat AS, dengan barat menunjukkan peningkatan 4,7 persen.

Meskipun pesanan barang tahan lama melemah, analis percaya investor jangka panjang lebih terfokus pada kekuatan penjualan rumah, meningkatkan harapan bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0, 75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga 0,50 ke 0,75 adalah sembilan persen untuk pertemuan November 2016, dan 79 persen pada pertemuan Desember.

Perak untuk pengiriman Desember naik 1,3 sen, atau 0,07 persen, menjadi ditutup pada 17,639 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 0,9 dolar AS, atau 0,09 persen, menjadi ditutup pada 964,90 dolar AS per ounce, demikian Xinhua melaporkan.