PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 02/06/2017 – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), dipicu oleh melemahnya dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, naik 9,7 dolar AS atau 0,77 persen menjadi menetap di 1.275,40 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS turun 0,30 persen menjadi 96,925 pada pukul 18.05 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik.

Logam mulia mendapat dukungan tambahan, karena Dow Jones Industrial Average turun 44,77 poin atau 0,21 persen pada pukul 18.31 GMT. Ketika ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Namun kenaikan emas dibatasi oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve AS kembali akan menaikkan suku bunga utamanya pada Juni.

Para pedagang meramalkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 89 persen pada pertemuan Fed, Juni, menurut survei CME Group FedWatch.

Suku bunga yang lebih tinggi akan mendukung dolar AS dan mengekang permintaan emas, karena emas dihargakan dalam dolar AS dan investor asing harus membayar lebih besar karena menggunakan mata uang lainnya.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 2,1 sen atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 17,406 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 9,2 dolar AS atau 0,98 persen, menjadi menetap di 950,3 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.