PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/11/2019 - Harga emas secara umum masih cukup kuat di sesi perdagangan Senin (19/November) malam ini, di tengah ketidakpastian yang ditimbulkan oleh komentar dovish para pejabat The Fed. Proyeksi perlambatan ekonomi global yang mereka singgung, membuat pasar ragu akan kelanjutan kenaikan suku bunga The Fed tahun depan. Akibatnya, Dolar AS melemah dan harga emas pun menguat.

 

Lunturnya Ekspektasi Fed Hike Akan Dorong Harga Emas

Malam ini, Dolar AS stabil setelah menurun cukup drastis ke level rendah dua bulan. Akhir pekan lalu, Wakil Ketua The Fed yang baru saja dilantik, Richard Clarida, menilai bahwa Outlook pertumbuhan global akan melambat. Ia menambahkan jika perlambatan tersebut mau tak mau akan mempengaruhi kebijakan The Fed.

emas

Pasar pun berasumsi, kenaikan suku bunga tahun depan tak akan sekencang tahun ini. Hal inilah yang menekan turun Dolar AS.

“Jika kita mendengar komentar yang lebih dovish dalam siklus pengetatan moneter, maka Dolar AS akan terseret turun, dan memberikan dorongan naik bagi harga emas,” kata Hussein Sayed, Kepala Ahli Strategi di FXTM.

Sejauh ini, The Fed sudah tiga kali menaikkan suku bunga. Tingginya kenaikan suku bunga AS dikhawatirkan turut menaikkan biaya kepemilikan emas (pajak atau tarif untuk menyimpan emas di bank). Padahal, emas merupakan aset yang tidak berimbal hasil. Oleh sebab itu, isu apapun yang sekiranya berpotensi menghalangi suku bunga AS untuk naik lagi, maka akan membuat harga emas cenderung menguat.

 

Harga Emas Naik

Harga emas spot naik 0.1 persen ke 1,222.06 per ons pada pukul 18:15 WIB tadi. Sebelumnya, harga emas spot telah mencapai level 1,225.29. Harga emas futures di Comex New York hanya bergerak flat di kisaran 1,222 per troy on. Di sisi lain, grafik XAU/USD di bawah ini menampilkan harga yang tertahan di posisi 1,220.87:

xu

“Kita akan terus melihat konsolidasi di sekitar 1,200 dan 1,250 dalam beberapa pekan, sampai kita mendapatkan katalis yang baik (untuk kenaikan harga emas) … Hal ini dapat berupa negosiasi Brexit atau KTT G-20 yang mempertemukan AS dan China,” ujar Sayed.