PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 21/02/2018 – Penguatan indeks dollar Amerika Serikat (AS) selama tiga hari beruntun membawa sentimen negatif terhadap pergerakan harga emas dunia. Rabu (21/2) pukul 7.51 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange turun tipis 0,01% ke US$ 1.331 per ons troi.

Kemarin, harga emas ini merosot 1,84% ke US$ 1.331,2 per ons troi ketimbang penutupan harga akhir pekan lalu pada US$ 1.356,20 per ons troi. Jika dibandingkan sepekan sebelumnya harga emas masih menguat 0,08%.

 

KONTAK PERKASA FUTURES BALI

Kekhawatiran terjadinya defisit anggaran pemerintahan Presiden Donald Trump kini tidak lagi mampu melambungkan harga emas.

“Emas berada di bawah tekanan indeks dollar yang menguat secara signifikan dan tingkat suku bunga terus meningkat,” ujar Phillip Streible, strategist komoditas senior di RJO Futures seperti dikutip dari Reuters.

Menurutnya dollar terus rebound dari posisi terendah tiga tahun pada Kamis pekan lalu karena investor mengabaikan kekhawatiran tentang defisit anggaran AS. Bahkan belum sampai sepekan indeks sudah tercatat menguat hingga 1,27%. Pada penutupan perdagangan Selasa (20/2) indeks dollar menguat 0,70% ke level 89,721.

Kata Philip, pasar menanti lelang utang pemerintah AS pada pekan ini. Departemen Keuangan AS akan menjual lebih dari $ 250 miliar utang baru. Lelang ini akan cukup diminati karena imbal hasil obligasi yang terus melambung beberapa hari terakhir.

Meski begitu, Wang Tao, analis teknikal Reuters mengungkapkan emas masih berpeluang sedikit menguat karena peningkatan permintaan aset lindung nilai. Tingkat ketidakpastian akan meningkat karena pembahasan beberapa topik seperti isu nuklir Korea Utara.

Apalagi Jens Stoltenberg Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara-NATO telah mengatakan bahwa pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik Korea Utara adalah ancaman bagi seluruh umat manusia.

PT KONTAK PERKASA