PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 22/08/16 – Emas melayang rendah di sesi perdagangan Asia pada Senin (22/8) dan perak turun tajam akibat investor mengamati dengan tajam prospek kenaikan suku bunga jangka pendek oleh Federal Reserve.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York berkurang 0,37% menjadi $1,341.25 per troy ounce.

Juga di Comex, perak berjangka untuk pengiriman September anjlok 1,86% menjadi $18,975 per troy ounce, sementara tembaga berjangka untuk pengiriman September dikutip datar di $2,171 per pon.

Pidato Ketua Fed Janet Yellen yang sangat diantisipasi di pertemuan tahunan para bankir top bank sentral dan ekonom di Jackson Hole, Wyoming, berada dalam sorotan untuk melihat petunjuk baru waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya.

Pekan lalu, harga emas mengakhiri sesi hari Jumat jauh di dalam wilayah negatif, setelah investor mencerna sejumlah komentar baru dari pembuat kebijakan penting Federal Reserve tentang kemungkinan kenaikan suku bunga jangka pendek oleh bank sentral AS.

Peluang untuk kenaikan suku bunga jangka pendek kembali menjadi fokus setelah Presiden Fed San Francisco John Williams mengisyaratkan dukungannya untuk kenaikan suku bunga di bulan September dalam pidato Kamis lalu.

“Dalam konteks ekonomi domestik yang kuat dengan momentum yang baik, masuk akal untuk kembali dalam laju bertahap peningkatan suku bunga, sebaiknya lebih awal daripada kemudian,” katanya.

Pidato Williams tersebut hanya bagian terbaru dari retorika hawkish pejabat Fed tingkat atas. Awal pekan ini, Presiden Fed New York dan Atlanta William Dudley dan Dennis Lockhart keduanya mengatakan kenaikan suku bunga mungkin terjadi.

Menurut Perangkat Monitor Suku Bunga Fed Investing.com, investor menghargai kesempatan 12% dari kenaikan suku bunga pada bulan September. Peluang Desember berada di sekitar 46%.

Logam mulia sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS, yang mengangkat biaya kesempatan memegang aset non-unggulan seperti emas batangan, sementara meningkatkan dolar dalam harganya.

Penguatan dolar AS biasanya membebankan emas, sebab mengurangi daya tarik logam kuning sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.