KPF BALI 01/12/14 -Harga emas LLG pada penutupan perdagangan pekan lalu, 24-28 November 2014, terpantau ditutup dengan mengalami pelemahan signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh masih cenderung kuatnya nilai Dollar AS serta dorongan aksi wait and see referendum Bank Nasional Swiss.

Pergerakan harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu terpantau cenderung berada dalam trend melemah yang kuat. Dari total 5 hari perdagangan, harga emas ditutup dengan mengalami 4 kali pelemahan dan 1 kali penguatan. Sementara dari sisi signifikansi pergerakan, harga emas mulai memperlihatkan pola melemah kuat di dua hari terakhir perdagangan pekan lalu yang mendorong harga ditutup anjlok.

Di hari pertama perdagangan pekan lalu, harga emas yang ditutup menguat signifikan pada hari perdagangan sebelumnya, memulai pekan dengan pergerakan negatif. Keraguan akan dampak stimulus baik di Eropa maupun Tiongkok yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi pemicu pelemahan harga emas. Anggapan bahwa stimulus moneter tidak cukup untuk mengembangkan perekonomian yang sedang negatif dan dibutuhkan upaya peningkatan produktivitas serta reformasi kebijakan, membuat harga emas terkoreksi. Dampak hal tersebut, harga emas pun memerah di awal pekan.

Pasca mengalami pelemahan di hari pertama, pergerakan harga emas sempat berbalik menguat di perdagangan hari kedua pekan lalu. Dorongan Dollar AS yang mengalami penurunan menjadi landasan hal tersebut seiring terjadinya peningkatan aksi beli memanfaatkan relatif bertambah murahnya harga emas. Adapun pelemahan Dollar AS pada hari perdagangan tersebut didorong oleh data consumer confidence AS yang mengecewakan.

Namun, penguatan harga emas di perdagangan hari kedua tersebut tidak dapat bertahan di perdagangan hari selanjutnya. Data-data positif di perekonomian AS seperti durable goods orders serta new home sales memicu harga emas untuk terdorong melemah di Rabu pekan lalu. Meskipun demikian, pergerakan melemah masih relatif terbatasi akibat data buruk pada initial jobless claims dan personal income serta spending AS.

Setelah berfluktuasi pada 3 hari awal perdagangan pekan lalu, harga emas akhirnya kokoh melemah di dua hari perdagangan akhir pekan. Akan dilakukannya referendum terkait jumlah simpanan emas Bank Nasional Swiss menjadi landasan pelemahan tersebut. Dampak dari hal tersebut, aksi beli terhadap emas pun merosot tajam di dua hari terakhir perdagangan akibat aksi wait and see keputusan tersebut. Adapun pada akhir pekan lalu, Bank Nasional Swiss telah memutuskan untuk tidak menambah total simpanan emasnya dengan total 78% suara penolakan.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga emas LLG terpantau ditutup dengan mengalami pelemahan signifikan secara agregat sepekan. Harga emas LLG pada akhir pekan lalu ditutup turun dalam sepekan sebesat 2,85% ke tingkat harga $1.166,45/t oz atau melemah $34,25/t oz.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga emas LLG akan cenderung kembali melemah pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen negatif keputusan Bank Nasional Swiss terhadap pergerakan harga emas. Diluar hal tersebut, pada pekan ini harga emas akan turut mewaspadai rilis data manufaktur global, data pekerja AS, serta keputusan tingkat suku bunga oleh BoE dan ECB. Terkait pergerakan harga, diprediksi harga emas akan cenderung melemah untuk mencoba menembus level $1.147 dengan potensi lanjutan ke $1.131. Sebaliknya apabila terjadi penguatan, harga akan mencoba menembus level $1.182 dengan potensi lanjutan ke $1.208.