PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 14/02/2017 – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun tajam pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para pedagang mempersiapkan posisi mereka untuk pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Selasa waktu setempat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Maret turun 10,1 dolar AS, atau 0,82 persen, menjadi menetap di 1.225,80 dolar AS per ounce.

Para pedagang menghabiskan Senin untuk merekonfigurasi ulang posisi mereka menjelang pidato Janet Yellen tentang kebijakan moneter di depan Komite Perbankan Senat yang kemungkinan akan memberikan petunjuk tentang kenaikan suku bunga berikutnya.

Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 paling cepat selama pertemuan FOMC Mei. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga mencapai 18 persen pada pertemuan Maret dan 37 persen untuk pertemuan Mei.

Emas juga di bawah tekanan karena Dow Jones Industrial Average AS naik 157,14 poin atau 0,78 persen pada pukul 18.15 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasnya turun.

Indeks dolar AS sebagian besar tetap tidak berubah, turun tipis 0,01 persen menjadi 100,96 pada pukul 18.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Pedagang-pedangan untuk minggu ini menunggu laporan indeks harga produsen dan pidato Janet Yellen pada Selasa, sebut Xinhua.

Perak untuk pengiriman Maret turun 11,2 sen, atau 0,62 persen, menjadi ditutup pada 17,821 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 11,4 dolar AS, atau 1,13 persen, menjadi ditutup pada 1.000,30 dolar AS per ounce.