KPF BALI 13/06/16 -Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan awal pekan Senin (13/06) terpantau turun. Pelemahan harga CPO siang ini terpicu pelemahan minyak mentah di sesi perdagangan Asia.

Harga minyak mentah jatuh pada awal perdagangan sesi Asia pada hari Senin (13/06), tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran ekonomi di Asia dan penguatan dolar AS.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 78 sen, atau 1,5 persen, pada $ 48,29 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah patokan Internasional Brent jatuh kembali di bawah $ 50 per barel, diperdagangkan pada $ 49,89 di 0127 GMT, turun 65 sen, atau 1,29 persen, dari pemukiman terakhir mereka.

Lihat : Harga Minyak Mentah Turun 1,5 Persen Tertekan Kekuatiran Ekonomi Asia

Penurunan harga minyak mentah menjadi pemicu sentimen negatif yang membuat harga CPO dalam trend melemah. pelemahan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO menurun permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan Harga kontrak Agustus 2016 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar -14 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.566 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 10 Juni Terangkat Pelemahan Ringgit dan Penguatan Minyak Mentah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya akan memperhatikan pergerakan harga minyak mentah, yang jika terus melemah akan menekan harga CPO. Pergerakan harga juga bisa dipengaruhi oleh pergerakan mata uang Ringgit serta kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak Agustus 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi menguji level Support pada posisi 2.520 ringgit dan 2.470 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.620 ringgit dan 2.670 ringgit.(Tra)