PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 10/08/16 – Pada akhir perdagangan Rabu dini hari (10/08), harga batubara Rotterdam lanjutkan penguatan, ditutup naik terpicu pelemahan dollar AS.

Sebagian besar ekonom dan investor melihat kenaikan suku bunga AS sebagai kemungkinan pada bulan Desember dan percaya Fed akan ragu-ragu untuk bertindak sebelum pemilihan presiden AS pada November. Indeks dolar turun 0,24 persen terhadap sekeranjang mata pada 96,17.

Pelemahan dollar AS membuat harga batubara rotterdam yang dijual dalam mata uang dollar AS menjadi lebih murah, sehingga permintaannya meningkat.

Harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan September 2016 berakhir naik di posisi 61,35 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,70 dollar atau setara dengan 1,15 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Lihat : Harga Batubara Rotterdam ICE Melompat 4 Persen Terdorong Lonjakan Minyak Mentah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan dollar AS dengan mulai memudarnya kembali harapan kenaikan suku bunga AS.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 61,85 dollar dan Support kedua di level 62,35 dollar. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi pelemahan harga ada pada posisi 60,85 dollar dan 60,35 dollar.