PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 16/08/16 – Harga minyak berjuang menentukan arah di sesi perdagangan Eropa, Selasa (16/8), dengan investor berhenti sejenak menyusul reli tiga hari yang mengesankan hingga mendorong harga hampir 10% di tengah indikasi bahwa produsen minyak utama mempertimbangkan kembali pembekuan produksi kolektif dalam upaya meningkatkan pasar.

Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober naik tipis 6 sen, atau 0,12%, diperdagangkan pada $48,41 per barel pukul 14.56 WIB. Pada hari Senin, harga Brent London diperdagangkan melonjak $48,54, tingkat yang tidak terlihat sejak 12 Juli.

Sementara itu, minyak mentah untuk pengiriman September di Bursa Perdagangan New York naik 7 sen, atau 0,15%, diperdagangkan pada $45,81 per barel setelah menguat $45,93 di sesi sebelumnya, tertinggi sejak 21 Juli.

Harga minyak mentah naik hampir 10% selama tiga sesi perdagangan terakhir. Reli dimulai Kamis pekan lalu setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan negaranya akan bekerja sama dengan produsen minyak lain untuk menstabilkan harga minyak pada pertemuan di Aljazair bulan depan.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak, Senin kemarin, mengatakan negaranya membuka kesepakatan dengan produsen minyak utama lainnya untuk membatasi produksi “jika perlu” dalam mencapai stabilitas pasar.

Namun, pelaku pasar tetap skeptis bahwa pertemuan itu akan menghasilkan tindakan yang konkret. Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi di awal tahun ini telah gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif.

Meskipun dalam kenaikan baru-baru ini, indikasi pemulihan yang berkelanjutan dalam kegiatan pengeboran AS dikombinasikan dengan peningkatan stok produk bahan bakar di seluruh dunia diharapkan dapat menjaga harga minyak di bawah tekanan dalam jangka pendek.

Menurut penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah pengeboran sumur minyak di AS pekan lalu meningkat 15 menjadi 396, kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut dan peningkatan 10 kalinya dalam 11 minggu.

Peningkatan yang terus menerus dalam kegiatan pengeboran AS memicu spekulasi bahwa produksi dalam negeri AS bisa berada di ambang rebound dalam beberapa bulan depan ke depan, menggarisbawahi kekhawatiran atas kelebihan pasokan.

Pelaku pasar mengalihkan fokusnya ke data mingguan stok produk minyak AS dan turunannya.

Grup industri American Petroleum Institute akan merilis laporan mingguan pukul 03.30 WIB, pada Rabu subuh. Data resmi dari Badan Administrasi Informasi Energi AS akan dirilis Rabu malam.