PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 08/07/16 – Surplus neraca berjalan atau current account Jepang menyusut  secata tahunan di bulan Mei untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun menurut laporan bank sentral Jepang (BOJ) Jumat pagi (8/7). Terpangkasnya surplus ini disebabkan tingginya nilai yen dalam beberapa bulan terakhir sehingga  membebani  perdagangan luar negeri negara tersebut. Surplus transaksi berjalan Jepang, yang merupakan ukuran terluas dari perdagangan Jepang ke seluruh dunia,  kontraksi 2,4% secara tahunan ke ¥1.809 triliun setelah bulan sebelumnya di bulan April ¥1.878 triliun. Namun penurunan surplus ini masih berada di atas perkiraan penurunan  surplus ¥1.747 triliun.

Japan Current Account Turunnya surplus current account ini terlihat dari laporan neraca perdagangan luar negeri bulan Mei yang alami defisit pertama kalinya sejak bulan Januari 2016, dimana mencetak defisit ¥40.72 miliar. Defisit terjadi karena turunnya ekspor negeri tersebut hingga 11,3 persen dan merupakan penurunan ekspor untuk 8 bulan berturut.

Tingginya nilai mata uang yen membuat eksportir kalang kabut, dimana permintaan akan barang-barang dari Jepang drop sekali karena harga yang ikut menjulang. Kuatnya yen terjadi akibat respon pasar akan kondisi pasar keuangan global yang tidak kondusif membuat mata uang tersebut menjadi pilihan investasi yang aman. Beberapa bulan terakhir ada banyak penyebab yang membuat pasar keuangan global tidak kondusif, salah satunya baru-baru ini permasalahan Brexit.