PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/08/16 – Beberapa pekan lalu pemerintah AS umumkan data advanced PDB Q2-2016 negeri tersebut berada di posisi  1,2%. Bagi bank sentral Amerika, khususnya Fed New York data tersebut merupakan data yang kurang memfasilitasi kondisi ekonomi sesungguhnya. Hal ini disampaikan oleh Presiden New York Federal Reserve Bank William Dudley.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu media setempat, Dudley menyatakan untuk pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal kedua lalu sedikit lebih kuat dan pada kuartal ketiga ini mereka  cukup yakin bahwa pertumbuhan akan menjadi 2% atau lebih. Dasar pernyataannya tersebut, William  Dudley memuji kemajuan baru pada kondisi pasar tenaga kerja dan memuji optimisme tentang bangkitnya kembali pekerjaan disaat terjadi penurunan upah dalam waktu terakhir.. Dudley, yang juga sebagai wakil ketua Komite Pembuat Kebijakan Fed atau FOMC menyatakan laporan pekerjaan yang kuat (NFP) selama dua bulan terakhir telah membantu meredakan kekhawatiran yang muncul awal tahun ini bahwa pertumbuhan pekerjaan mulai menurun. Sementara pandangannya tentang kenaikan suku bunga belum bergeser sejak hari Selasa ketika ia mengatakan kenaikan suku bunga pada bulan September memungkinkan karena Fed semakin dekat dengan tujuannya untuk menanti data yang akan mendorong keputusan kenaikan suku bunga. Dudley menyebutkan data PDB As tidak menjadi patokan bagi bank sentral tersebut namun data pertumbuhan pasar tenaga kerja.