KPF BALI 29/10/14 -Federal Reserve pada minggu ini akan mengirimkan signal kepada para investor yang sudah bingung dengan volatilitas pasar belakangan ini dan kuatir mengenai ekonomi global.

Tidak ada konferensi pers atau update dari perkiraan ekonomi setelah dua hari pertemuan bank sentral AS Selasa dan Rabu. Pasar akan dibiarkan mencari signal dari pernyataan kebijakan the Fed, yang akan dirilis setelah jam 9 malam setelah pembicaraan berakhir.

Didalam pernyataannya, menurut para ekonom, the Fed kemungkinan akan mengumukan bahwa dia akan tetap pada jalur yang sudah direncanakan dan mengakhiri pembelian obligasi ronde ketiga, yang dikenal dengan nama QE3. Selama berbulan-bulan the Fed telah terus menerus memberikan signal niatnya untuk mengakhiri program QE3 pada pertemuan sekarang ini.

Sebagai akibatnya, bulan November akan menjadi bulan pertama dalam 37 bulan dimana the Fed tidak lagi membeli  sekuritas jangka panjang, kata Michael Gregory, wakil kepala ekonomi pada BMO Capital Market.

The Fed telah membeli $1.6 triliun di Treasury dan sekuritas dengan mortgage-backed sejak bulan September 2012, kata Michael Gapen, ekonom dari Barclays.

Bank sentral AS diperkirakan juga akan mempertahankan utuh petunjuk kedepannya bahwa the Fed akan menunggu “considerable time” sebelum menaikkan tingkat bunga jangka pendeknya.

Pesan utama the Fed kepada pasar adalah bahwa bank sentral tidak akan mentolerir perkiraan inflasi yang rendah yang berlangsung terus menerus yang direfleksikan pada trading pasar obligasi baru-baru ini, kata Paul Edelstein, direktur dari ekonomi dan keuangan AS di IHS Global Insight.

Inflasi didorong turun dengan menguatnya dolar AS, pertumbuhan global yang melambat dan harga minyak yang lebih rendah, kata Gregory dari BMO.