PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 16/09/16 – Pasar saham Asia menghijau, Jumat (16/9), dalam perdagangan yang tipis dan investor menatap ke depan pada pertemuan bank sentral utama Jepang dan AS di pekan depan.

Nikkei 225 naik 0,39%, sedangkan S&P/ASX 200 menguat 1,07% serta China dan beberapa pasar regional lainnya ditutup untuk liburan.

Saham naik di Asia karena data penjualan ritel AS mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel turun 0,3% pada bulan Agustus, lebih buruk dari ekspektasi penurunan 0,1%. Ini merupakan penurunan pertama dalam lima bulan.

Dalam laporan terpisah, Departemen Tenaga Kerja mengatakan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran naik kurang dari yang diperkirakan pekan lalu, menunjuk pengetatan lebih lanjut di pasar tenaga kerja. Namun Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan bahwa harga produsen AS mendatar pada bulan Agustus.

Data menunjukkan bahwa Fed kemungkinan akan menetapkan suku bunga tidak berubah pada pertemuan berikutnya. Menurut Perangkat Monitor Suku Bunga Fed Investing.com, investor menghargai kesempatan hanya 12% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed 20-21 September.

Gubernur Fed Lael Brainard mengatakan Senin bahwa kasus mengetatkan kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang kurang menarik. The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di bulan Desember.

Semalam, pasar saham AS lebih tinggi setelah penutupan, dengan keuntungan diraup sektor teknologi, Telekomunikasi dan Minyak & Gas memimpin saham lebih tinggi.

Pada penutupan di NYSE, Dow Jones Industrial Average naik 0,99%, sedangkan indeks S&P 500 terdorong 1,01%, dan Indeks Komposit NASDAQ melonjak 1,47%.