KPF BALI 13/10/14

Outlook Fundamental

Pekan lalu Presiden ECB Mario Draghi menyampaikan statement yang sebagian besar adalah pengulangan dari statement sebelumnya, yakni tentang pentingnya reformasi struktural di negara-negara zona Euro sehingga kebijakan fiskal dapat bersinergi secara efektif dengan kebijakan moneter untuk memicu pemulihan ekonomi agar dapat mengatasi tingginya tingkat pengangguran dan rendahnya tingkat inflasi. Statement Draghi yang bersifat retoris tersebut dinilai netral oleh market. Sementara laporan terpisah lainnya, yakni data-data Jerman yang mengecewakan – antara lain Factory Orders, Indutrial Production dan Trade Balance – telah menjadi kekhawatiran baru bagi investor karena dapat membebani pemulihan ekonomi di wilayah Uni Eropa.

Dari sisi USD, notulen FOMC pekan lalu yang cenderung dovish tampaknya lebih banyak dipengaruhi oleh keputusan IMF (International Monetary Fund) yang memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2014 dan 2015. Outlook pesimis dari IMF tersebut membuat sebagian besar pejabat komisi penentu kebijakan moneter the Fed mengambil sikap yang lebih berhati-hati terkait rencana kenaikan tingkat suku bunga. Dolar AS yang kuat selain akan menganggu ekspor AS juga dapat berimplikasi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global. Beberapa pejabat the Fed juga mengatakan bahwa reaksi market terlalu berlebihan pada ekspektasi percepatan kenaikan suku bunga.

Dari dua paragraf tersebut di atas, sulit untuk memperkirakan bahwa dalam jangka pendek USD akan tertekan terhadap Euro setelah notulen FOMC yang cenderung dovish, mengingat bahwa data Jerman yang negatif dapat berisiko menambah beban bagi mata uang Euro. Terlebih lagi, ada kabar atau rumor yang berhembus bahwa Jerman akan menurunkan proyeksi perkiraan pertumbuhan ekonomi 2014 dan 2015, yang kemudian memunculkan kekhawatiran baru terhadap prospek pemulihan zona Euro dari ancaman deflasi.

Beberapa analis berpandangan, adalah terlalu prematur apabila menganggap USD berpotensi korektif dalam waktu dekat ini terhadap EUR, mengingat bahwa IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang justru diperkirakan akan makin meningkatkan permintaan terhadap Greenback atau Dolar AS yang memang hingga saat ini masih dianggap sebagai mata uang safe haven.

Pekan berikutnya (13 – 17 Oktober), data ZEW Economic Sentiment Jerman dan zona Euro akan menjadi perhatian market atau investor. Sementara dari sisi USD, data Retail Sales dan Consumer Sentiment juga akan menjadi fokus market.

Berikut di bawah ini adalah data/event fundamental penting tanggal 13 – 17 Oktober 2014:
Eurogroup Meeting
German ZEW Economic Sentiment
Euro Zone – ZEW Economic Sentiment
Euro Zone – Industrial Production m/m
ECOFIN Meetings
German Final CPI
ECB President Draghi Speaks
Euro Zone – Final CPI, Trade Balance
Euro Zone – Final GDP
US – Retail Sales
US – PPI
US – Empire State Manufacturing Index
US – Unemployment Claims
US – Philly Fed Manufacturing Index
US – Building Permits
US – Fed Chair Yellen Speaks
US – Housing Starts
US – Prelim UoM Consumer Sentiment

Outlook Teknikal

EURUSD_W_20141012
Pada chart Weekly, spike upper shadow candlestick pekan lalu mencerminkan keengganan market bertahan di atas resisten 1.2660, terutama setelah IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global akibat stagnasi zona Euro dan lemahnya pemulihan di Jepang. Indikator RSI pada chart Weekly saat ini cenderung bergerak pointing-up namun pergerakannya masih terbatas di bawah value 40.

Market talks menjelang sesi London berakhir pada hari Jumat pekan lalu menyebut beberapa posisi short-term buyers di 1.2625 hingga 1.2615 untuk target 1.2670 dan 1.2660 dengan stop reverse di bawah 1.2600. Adalah sangat mungkin apabila level stop reverse (atau posisi SL yang dibarengi dengan posisi pending order sell stop) di bawah 1.2600 tersebut menggambarkan bentuk antisipasi terhadap outlook ekonomi global dan juga antisipasi terhadap rumor yang mengatakan bahwa Jerman akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2014 dan 2015. Sementara itu, short-term sellers dikatakan juga sudah menyiapkan pending order sell limit di level 1.2690 hingga 1.2700 untuk target 1.2640 dan 1.2630 dengan level stops di atas 1.2710. Disebutkan pula bahwa posisi sell limit Morgan Stanley untuk portofolio short-term di level 1.2700 yang menargetkan 1.2400 telah tereksekusi pekan lalu, dan level stops yang semula berada di 1.2800 kini telah direvisi ke level 1.2700.

Secara teknikal pada sisi upside, zona support krusial skala mid-term (1.2754-1.2660) saat ini berubah fungsi menjadi zona resisten. Selama harga masih bergerak di atas 1.2600 (mid-body candle Bearish Engulfing Weekly 29 September – 3 Oktober) maka kemungkinan korektif upside masih tetap terbuka, yang dapat menjangkau 1.2660 – 1.2754 dan kemudian 1.2790 (61.8% retracement), atau bahkan dapat mendekati  area minor resistance trendline di kisaran 50% retracement. Sementara pada sisi downside, di bawah 1.2600 masih berisiko bearish, dan closing candle Weekly di bawah 1.2500 dapat memicu bearish continuation untuk mengejar support 1.2287 dan kemudian berhadapan dengan 100% retracement (1.2039).