KPF BALI 18/11/14 – Mata uang euro turun terhadap sebagian besar dari 31 mata uang utama karena Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan stimulus untuk meningkatkan kinerja zona euro mungkin termasuk pembelian obligasi pemerintah.

Yen rebound dari level terendah sejak 2008 silam terhadap mata uang euro pasca perekonomian Jepang secara tak terduga melemah ke dalam resesi, sehingga menghidupkan kembali permintaan untuk aset yang lebih aman. Sementara Swiss franc menguat sebesar 0,1 persen dari 1,20 per euro. Brasil menghapus keuntungan untuk perdagangan pada level terendah dalam sembilan tahun terakhir sedangkan dolar Selandia Baru naik terhadap mata uang utama lainnya karena penjualan ritel mereka yang meningkat.

Euro turun 0,6 persen ke level $ 1,2455 pukul 02:56 siang di New York. Sementara yen menguat 0,4 persen ke level 145,07 per euro, pasca sebelumnya menyentuh level 146,53.

Mata uang yen turun 0,2 persen ke level 116,47 per dolar, pasca mencapai level 117,05, merupakan level terendah sejak Oktober 2007 silam. (vck)

Sumber: Bloomberg